Kendaraan elektrifikasi (xEV) tengah digandrungi pasar otomotif domestik, pertumbuhannya dalam dua terakhir meningkat pesat. Sebelumnya yang tak mampu mencapai pangsa pasar satu persen, kini bisa mencakup lebih dari 20 persen.
Project Director GIIAS Astra Financial Chief Marketing and Sales Officer Astra Credit Companies (ACC), Tan Chian Hok menyambut baik tren tersebut. Menurutnya perkembangan segmen elektrifikasi saat ini tidak bisa dihindari.
"Ya positif, bagus saya pikir. Itu kan salah satu evolusi dari otomotif, jadi kami ikut market-nya saja," buka pria yang karib disapa Ahok ini ketika ditemui di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Ahok menambahkan, sebagai pelaku lembaga pembiayaan kendaraan, pihaknya telah menyiapkan skema pembiayaan hingga asuransi untuk seluruh jenis kendaraan elektrifikasi yang meliputi Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid EV (HEV), hingga Plug-in Hybrid EV (PHEV).
"Kalau buat kami tidak ada masalah, selama kendaraan itu masih punya collateral kita pasti tetap akan biayakan saja. Masalahnya mungkin masih di-value saja karena terbentuknya masih butuh waktu. Jadi memang ada prinsip nanti kita melihat dari kehati-hatian dalam value second hand," terangnya.
Kendati demikian, Ahok menilai penyerapan kendaraan elektrifikasi belum sematang dibanding dengan jenis konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE). Namun prospek segmen elektrifikasi tetap saja menjanjikan.
"Belum sebesar (ICE) itu juga. Kan orang masih membeli mobil itu melihat masa second car karena orang Indonesia masih pada prinsip sebagai investasi, membeli mobil itu seperti menabung. Kalau elektrifikasi ini masih tahap bagaimana problem baterainya, kerusakan bodi, soal disposal-nya. Ya intinya masih edukasi, proses pembelajaran," katanya.
Senada dengan Ahok, Co-project Director GIIAS Astra Financial Marketing-Retail & Digital Business Director Asuransi Astra, Deddy Armand coba menjelaskan bahwa ekosistem perlindungan kepemilikan kendaraan elektrifikasi perlu juga jadi perhatian.
"Ya seperti kita ketahui, brand di dunia dalam beberapa tahun terakhir ini pertumbuhan market EV cukup baik, ya. Begitu pula di Indonesia, pertumbuhan permintaan kendaraan listrik atau EV ini tentu perlu diikuti dengan kesiapan ekosistem perlindungannya," jelasnya.
Pihaknya menyanggupi kesiapan tersebut tidak hanya sebatas menyusun dan menerbitkan polis, tapi termasuk proses klaim jaringan bengkel. Tak lupa, kesiapan sumber daya manusia untuk menangani teknologi yang terbilang baru di Indonesia.
"Seperti misalnya ada baterai yang bertegangan tinggi, sistem elektronik, hingga sensor-sensor yang canggih tentunya, yang tentu membutuhkan proses penilaian maupun penanganan perbaikan yang tepat," tuturnya.
"Karena itu, Garda Oto terus memperkuat kolaborasi kami dengan bengkel dan pelaku ekosistem otomotif, agar pelanggan ini tidak hanya mendapatkan perlindungan finansial, tapi juga memiliki kepastian untuk pemulihan mobilitas ketika risiko itu terjadi," tandas Deddy.






Komentar (0)