Wamendiksaintek ungkap tiga kunci perguruan tinggi berkelanjutan

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkapkan tiga hal yang perlu dilakukan agar perguruan tinggi dapat berkelanjutan, yaitu penciptaan, transmisi serta kurasi pengetahuan.

“Ada tiga hal yang perlu dilakukan, yakni penciptaan pengetahuan (creation of knowledge), transmisi pengetahuan (transmission of knowledge) dan kurasi pengetahuan (curation of knowledge),” kata Stella dalam rangkaian kegiatan Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026, sebagaimana keterangan di Jakarta, Jumat.

Stella menjelaskan kampus-kampus perlu menjadi institusi yang menciptakan pengetahuan-pengetahuan baru dengan menghadirkan inovasi. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh berpuas diri dengan pengetahuan yang sudah ada.

Transmisi pengetahuan, lanjut dia, berfokus agar perguruan tinggi memiliki sesuatu yang dapat ditransmisikan kepada mahasiswa. Dia pun menyebut tingginya penggunaan ponsel dapat dimanfaatkan untuk transmisi pengetahuan sehingga prosesnya lebih menyenangkan.

“Tingkat penggunaan ponsel cerdas di Indonesia tujuh hingga delapan jam per hari. Tinggi penggunaan ponsel ini karena memberikan informasi baru kepada kita,” imbuh Stella.

Baca juga: Kemdiktisaintek siapkan tenaga pendidik terbaik bagi SMA Unggul Garuda

Berikutnya, kurasi pengetahuan, yakni perguruan tinggi menjadi kurator atas fakta-fakta yang menarik yang menjadi pengetahuan. Menurut Stella, pengetahuan merupakan hasil kurasi dari fakta yang ada.

Dia menjabarkan tiga hal tersebut dalam rangkaian kegiatan Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 yang diselenggarakan di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, Kamis (23/7).

Ajang tersebut merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan sebagai bagian dukungan kepada Tanoto Scholars sebagai pembekalan kepemimpinan bagi 240 mahasiswa penerima beasiswa TELADAN dari 10 kampus mitra.

Dengan mengusung tema “Learn & Lead: Rooted in Purpose, Growing for Impact”, Head of Policy and Advocacy Tanoto Foundation Eddy Henry mengatakan program TELADAN tidak hanya memberikan bantuan beasiswa bagi penerimanya untuk dapat mengakses pendidikan tinggi, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan pengembangan diri mahasiswa ke depan.

“Pembekalan kepemimpinan ini sangat berguna bagi adik-adik untuk tidak hanya siap bekerja, namun menjadi pemimpin komunitas, bagaimana kita dapat bertumbuh dan berdampak,” pungkas Eddy.

Baca juga: Stella ajak perguruan tinggi jadi fondasi di era kecerdasan artifisial

Baca juga: Wamen Stella targetkan portal beasiswa satu pintu rilis September


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Turun Rp35 Ribu, Kini Jadi Rp2,605 Juta per Gram
• 5 jam lalu
0
thumb
Prabowo Pimpin Ratas Selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
• 19 jam lalu
0
thumb
KISI Challenge: Step Higher Sukses Digelar, KISI Apresiasi Trader dan Perguruan Tinggi Terbaik
• 4 jam lalu
0
thumb
Baru Bergabung Timnas Indonesia, Ivar Jenner Langsung Dapat Pujian dari John Herdman
• 23 jam lalu
0
thumb
Kuntadi Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus dalam Kasus Febrie Adriansyah
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.