Tolak Pajak JHT, Aliansi Buruh Jateng: JHT Bukan untuk Foya-Foya Tapi untuk Hidup Setelah Pensiun

republika.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Mulyono, mendesak pemerintah agar menghapuskan pajak atas Jaminan Hari Tua (JHT). Dia menekankan, sebagian besar buruh tak menggunakan JHT untuk berfoya-foya, tapi menyambung hidup setelah tak lagi bekerja di perusahaannya. 

"Pemerintah harus introspeksi diri, jangan pajak itu dikenakan kepada masyarakat miskin, terutama buruh. Karena ini akan merugikan bagi kita semua, berat kita," kata Mulyono ketika diwawancara soal pengenaan pajak pada JHT di sela-sela partisipasinya dalam unjuk rasa bersama massa Jateng Guyub di depan Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga
  • Ini Tiga Usulan Soal Polemik Pajak Pencairan JHT untuk Purbaya sebagai Bahan Pertimbangan
  • Said Iqbal Protes ke Menkeu Purbaya Soal Aturan Pajak Pencairan JHT, Minta Dinolkan
  • Cerita Pekerja Kena Pajak Seharga Mobil Sigra saat Cairkan JHT
Dia menambahkan, JHT adalah dana yang dikumpulkan dari upah pekerja setiap bulannya. "JHT itu bukan serta-merta kita buat untuk senang-senang. JHT itu untuk kehidupan yang akan datang," ujarnya. 

Menurutnya, pengenaan pajak pada JHT perlu ditinjau ulang. Mulyono berpendapat, pemerintah seharusnya menempatkan fokusnya untuk mengejar pajak kalangan kaya. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Kalau kami meminta, kaum buruh ini dinolkan pajaknya. Bukan hanya JHT. Ketika misalkan kami mendapatkan pesangon, itu dari perusahaan-perusahaan sudah memotong pajak juga. Nah apa yang berkenaan dengan buruh ini seharusnya dihapus semua, tidak hanya JHT, tapi pemotongan di pesangon, termasuk upah, itu seharusnya dihilangkan," ucap Mulyono. 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejagung Jadwalkan Pemeriksaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Hari Ini 
• 9 jam lalu
0
thumb
Indonesia Kecam Keras Serangan Kapal Komersial di Laut Merah, Kemlu: Ancam Perdagangan Dunia
• 5 jam lalu
0
thumb
OJK Akselerasi Startup untuk Dorong Indonesia Jadi Pusat Keuangan Digital
• 19 jam lalu
0
thumb
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Prabowo Terharu Kebijakan Ekonominya Didukung Penuh
• 16 jam lalu
0
thumb
Ramai Artis Tagih Pembayaran ke Stasiun Televisi Swasta, Baim Wong Ikut Buka Suara
• 32 menit lalu
0
Berhasil disimpan.