Kasus Pencabulan Anak oleh Oknum Guru ASN, Wali Kota Tanjungbalai Sambangi Polres!

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Kasus Pencabulan Anak oleh Oknum Guru ASN, Wali Kota Tanjungbalai Sambangi Polres!Nasional | inews | Jum'at, 24 Juli 2026 - 01:15Dengarkan Berita

TANJUNGBALAI, iNews.id – Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, turun langsung menyambangi Mapolres Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kehadiran orag nomor satu di Tanjungbalai ini bertujuan untuk memantau langsung proses hukum serta memastikan penanganan kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur yang melibatkan oknum ibu guru ASN dan suaminya berjalan transparan dan berkeadilan.

Langkah responsif ini diambil Wali Kota menyusul gejolak di tengah masyarakat pasca-aksi pengerusakan dan pengepungan rumah terduga pelaku oleh ratusan warga yang emosi di Kecamatan Teluk Nibung, Rabu (22/7/2026) malam. 

Kehadiran Mahyaruddin Salim di Mapolres Tanjungbalai menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai tidak menoleransi sedikit pun aksi kejahatan terhadap anak, terlebih yang melibatkan oknum aparatur sipil negara di lingkungan pendidikan.

Selain memberikan perhatian pada penegakan hukum, langkah Wali Kota ini juga difokuskan untuk menenangkan tensi kemarahan warga agar memercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.

Modus Bujukan Ponsel Baca Juga:Kena PHK, 1.000 Buruh Pabrik Demo di Kantor Bupati Jombang

Sebelumnya, pasangan suami istri tersebut berhasil dievakuasi petugas dari kepungan warga dan langsung diboyong ke Polres Tanjungbalai. Kasi Humas Polres Tanjungbalai, Ipda Ruslan, mengonfirmasi bahwa pasutri tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif secara tertutup di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). 

Aksi pencabulan tersebut diduga telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu dengan modus mengimingi-imingi atau meminjamkan ponsel (handphone) kepada korban yang masih di bawah umur. 

"Kedua pelaku yang merupakan pasangan suami istri itu masih diperiksa intensif di Unit PPA Polres Tanjungbalai," kata Kasi Humas Polres Tanjungbalai, Ipda Ruslan, Kamis (23/7/2026).

KPAD Kawal Pemulihan Mental Korban

Pengawalan terhadap kasus ini juga mendapat dukungan penuh dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Asahan yang siap memberikan perlindungan hukum sekaligus pemulihan kondisi psikologis korban. 

Baca Juga:Buronan Kasus Penipuan Seleksi Dirut Bank Bengkulu Ditangkap di Yogyakarta

"Kami dari KPAD akan mengawal ketat proses hukum ini agar berjalan adil. Fokus utama kami adalah memberikan perlindungan hukum serta pendampingan psikologis untuk menjaga kondisi mental anak yang menjadi korban," kata Ketua KPAD Asahan, Awaluddin. 

Saat ini, pihak kepolisian terus memeriksa sejumlah saksi dari pihak pelapor guna memperkuat bukti-bukti penyidikan sebelum menentukan status hukum resmi bagi pasutri tersebut.

#sumut

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cerita Masa Lalu dari Penemuan Muatan Kapal Karam
• 21 jam lalu
0
thumb
Tanpa Mesin, Ferrari 348 GTS Langka Dilelang Mulai Rp 259 Juta di Surabaya
• 13 jam lalu
0
thumb
Tour de France 2026: Pogacar Tetap Pimpin Klasemen Umum Setelah Etape 17
• 15 jam lalu
0
thumb
Korban Transfer Nadeo, Bek Muda Persija Ini Justru Dapat Kesempatan Emas di Borneo FC
• 5 jam lalu
0
thumb
Suku Bunga-Stabilitas Rupiah Jadi Tantangan Bank Mandiri di Semester II 2026
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.