Temuan mengejutkan dihembuskan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Lebih dari 6.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kementeriannya terindikasi kuat terlibat dalam transaksi judi online.
Temuan mencengangkan ini bukanlah isapan jempol, melainkan berdasarkan data resmi yang diserahkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Saat ini, pihak Kementerian PU tengah menindaklanjuti pemeriksaan tersebut dalam ranah internal.
"Dan dari Kepala PPATK, itu ada judol. Judol di sini enggak main-main lho. Satu orang itu bisa (transaksi) ratusan juta lho. Dan itu bukan eselon dua, (tapi) eselon empat lho," ungkap Dody Hanggodo dikutip dari Primetime News, Metro TV, Jumat 24 Juli 2026.
Baca Juga :
Menteri PU Dody Hanggodo: Kritik Bagian dari DemokrasiTidak hanya tersandung persoalan judi online, Dody juga menyoroti masalah kedisiplinan parah yang menjangkiti pegawainya. Ia menyebut sekitar 3.000 hingga 4.000 pegawai, atau sekitar satu dari sepuluh ASN di Kementerian PU, diketahui memanipulasi absensi elektronik.
"Saya kok merasa ada yang enggak beres. Kalau kita nyetir mobil terlalu cepat, kan harus ditarik rem dulu lah. Ini saya tarik rem, supaya semua (laporan) lari ke saya. Ternyata, izinnya banyak yang bodong, seperti surat sakit palsu," beber Dody.
Sebagai buntut dari buruknya sistem pengawasan kehadiran tersebut, Dody mengaku harus mengambil tindakan tegas dengan mengganti Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Langkah ini diambil agar sistem absensi segera diperbarui dan celah manipulasi ditutup rapat.
Bantah Isu Mutasi dan Tanggapan Soal Gaya Slengean
Dalam kesempatan yang sama, Dody juga membantah spekulasi yang mengaitkan kasus bocornya surat perjalanan dinas ke Amerika Serikat dengan mutasi pegawai di lingkungan kementeriannya. Ia menegaskan, rotasi jabatan ASN adalah prosedur yang lumrah dan tidak berkaitan dengan dokumen yang bocor tersebut.
"Saya kadang-kadang bingung kenapa itu disebut sebagai hukuman? Enggak ada hubungannya. Sebagai ASN, harusnya bersedia ditempatkan di mana saja," tegasnya.
Terkait gaya komunikasinya yang belakangan dianggap terlalu santai atau slengean, Dody mengaku terbuka terhadap kritik. Ia bahkan berencana untuk berdiskusi dengan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, untuk mengevaluasi pola komunikasinya ke depan.
"Kalau memang saya harus memperbaiki gaya komunikasi, pasti kita perbaiki. Memang mungkin saya terlalu slengean dan tidak bisa terlalu formal. Tapi saya ini kan bukan pejabat dari ruang publik, saya ini pekerja. Jadi ya sudah kerja saja, enggak kepengin terkenal atau masuk TV," pungkasnya.
Langkah tegas ini menjadi babak awal dimulainya aksi bersih-bersih. Penindakan terhadap ribuan ASN nakal ini diharapkan menjadi cermin kuatnya komitmen Kementerian PU dalam menegakkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan disiplin.





Komentar (0)