Hendri, salah satu pekerja di Guest House Sakinah, Kota Metro, menceritakan detik-detik saat menemukan dokter muda lulusan FKUI, dr Muhammad Zulfikar Drakel, dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (21/7).
Hendri mengatakan, kejadian itu bermula saat seorang rekan Zulfikar datang ke penginapan karena kesulitan menghubungi korban melalui telepon maupun pesan WhatsApp.
"Sebelumnya ada kawannya datang nanya, kok ditelepon tidak diangkat, di WhatsApp tidak dibalas. Akhirnya kami cek ke atas," kata dia saat ditemui, Kamis (23/7).
Menurutnya, saat dilakukan pengecekan, pintu kamar korban diketuk beberapa kali namun tidak mendapat respons. Setelah pintu dibuka, korban tidak ditemukan berada di tempat tidur.
"Tidak tahunya begitu dibuka pintu, di tempat tidur tidak ada. Begitu kami lihat di kamar mandi, rupanya dia sudah jatuh di kamar mandi," ujarnya.
Mengetahui kondisi tersebut, Hendri kemudian menghubungi Ketua RT dan RW setempat. Setelah itu, pihak lingkungan berkoordinasi dengan kepolisian.
"Sebelumnya saya memanggil RT, RT, RW. Tidak lama menghubungi pihak kepolisian dari Polsek. Tidak diangkat, akhirnya RT sama RW langsung ke Polsek. Tidak lama mereka datang," jelasnya.
Hendri menyebut suasana di lokasi kemudian ramai setelah petugas kepolisian datang. Namun, warga tidak diperbolehkan masuk karena proses pemeriksaan dilakukan oleh petugas.
"Langsung ditanggapi, suasana langsung ramai. Cuma tidak ada yang boleh masuk. Sama tim apa itu, Inafis, mereka kalau di badan mencari segala macam itu," ungkapnya.
Ia mengatakan hingga kini garis polisi masih terpasang di sekitar lokasi penginapan.
Hendri mengungkapkan, Zulfikar telah lama tinggal di Guest House Sakinah. Bahkan, korban sudah menetap di lokasi tersebut sebelum bulan Ramadan.
"Sudah lama. Sebelum puasa memang sudah di sini," katanya.
Adapun dr. Zulfikar tengah menjalani internship atau magang di RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Program magang tersebut ia jalani sejak Februari 2026.






Komentar (0)