Harlah Ke-28 PKB, Presiden Prabowo: Semua Partai Koalisi Senapas dengan Saya

kompas.id
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto meyakini soliditas koalisi partai politik yang mendukung pemerintahannya. Baginya, semua anak bangsa akan saling mendukung untuk membawa negeri ini semakin berjaya. Bahkan, keinginan memajukan bangsa juga diusung kalangan yang berseberangan secara politik. 

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutannya dalam peringatan puncak Hari Lahir Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026).

Turut hadir bersamanya Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Selain itu, hadir pula pimpinan partai politik, seperti Ketua Harian Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzamil Yusuf, Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat, dan Bendahara Umum Nasdem Ahmad Sahroni.

”Terima kasih. Hari ini saya merasa diperkuat. Saya merasa mendapat dukungan dan saya yakin semua partai koalisi yang saya pimpin senapas, sejiwa, dan bersama saya. Dan di ujungnya, saya juga percaya, PDI-P pun akan bersama kita membela negara dan bangsa,” kata Presiden Prabowo. 

Ucapan itu, sebut Presiden Prabowo, berangkat dari instingnya. Ia memandang setiap anak bangsa adalah patriot yang setia kepada negaranya. Sebagai patriot, semua anak bangsa akan berusaha membawa bangsanya menuju kemajuan. Adapun tujuan utama memajukan bangsa untuk menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat. 

Sebagaimana diketahui, PDI-P menjadi satu-satunya partai yang tidak mempunyai wakil di pemerintahan. Sejauh ini, partai berlambang banteng itu memosisikan diri sebagai partai penyeimbang.

Dalam perhelatan itu, Presiden Prabowo juga mengaku berkali-kali dibuat terharu oleh para kader PKB. Sejak masuk gedung JCC, ia menyaksikan sebagian kader mengenakan kaus putih bertuliskan ”Prabowonomics” berwarna merah. Tulisan itu terletak di bawah logo Harlah Ke-28 PKB yang dipajang pada bagian depan kaus.

Lebih dari itu, ia juga mengapresiasi keputusan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang memilih drum band menjadi musik pengiringnya memasuki gedung. Dengan pilihan itu, Muhaimin berarti memperhatikan betul latar belakang tamunya yang seorang prajurit. Alhasil, ia merasa semakin bersemangat mengikuti acara itu. 

Baca JugaDPC PKB Se-Indonesia Dilantik di Kota Tua, Muhaimin Klaim Pemilihan lewat Musyawarah

”Saya terharu karena PKB dalam hari ulang tahunnya dengan begitu tegas menyampaikan dukungan kepada arah baru ekonomi kita. Saya juga merasa terharu saudara memakai kaus Prabowonomics. Sesungguhnya, terus terang saja, tidak pantas Saudara pakai nama saya di situ,” kata Presiden Prabowo bercanda. 

Lantas, Presiden Prabowo melontarkan kelakar yang mengarah ke kader partainya, yakni Dasco. Ia menyinggung Dasco yang hari itu tidak mengenakan kaus Prabowonomics seperti sejumlah kader PKB. Oleh karena itu, ia merasa sangat terhormat prinsip ekonominya itu sampai dijadikan kaus. 

Gimana itu Dasco? Gerindra aja nggak pakai. Karena, mereka tahu saya nggak akan izinkan. Ini kalau kalian minta izin, mungkin tidak saya izinkan,” ujar Prabowo, yang disambut tawa seisi gedung. 

Ucapan terima kasih juga disampaikan Presiden Prabowo atas rekomendasi Itjima Ulama. Sejumlah rekomendasi itu menunjukkan bentuk dukungan terhadap langkah-langkah strategisnya untuk memperkuat keadulatan bangsa dan membangun kemandirian ekonomi. Ia memastikan pesan-pesan ulama tersebut akan menjadi panduannya dalam menyusun kebijakan. 

Baca JugaUrgensi Revisi UU Tipikor Akui Korupsi sebagai Pelanggaran HAM

Ijtima Ulama Indonesia yang diselenggarakan PKB sebelum acara peringatan harlah menyampaikan dukungan langkah-langkah strategis Presiden Prabowo dalam memperkuat kedaulatan bangsa, membangun kemandirian ekonomi, mempercepat industrialisasi dan hilirisasi, mewujudkan ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengembalikan arah pembangunan nasional pada amanat Pancasila dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, Ijtima Ulama meminta pada pemerintah untuk memastikan negara tetap berjalan dalam koridor konstitusi, keadilan dan tata kelola yang baik. Karena itu, percepatan pembangunan harus berjalan seiring dengan penguatan institusi, penghormatan terhadap konstitusi, supremasi hukum, demokrasi serta tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, akuntabel dan berintegritas.

Penjelasan Prabowonomics

Sementara itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjelaskan, tahun ini, peringatan hari lahir partainya itu, mengambil tema “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi, yang kemudian disingkatnya menjadi “Prabowonomics”.

Baginya, tema itu menunjukkan kesungguhan segenap kadernya untuk memperkuat kemandirian bangsa ini. Ia mengaku terinspirasi akan semangat dan kesungguhan Presiden Prabowo yang berkali-kali mengingatkan pentingnya arah ekonomi agar tidak mudah terguncang ketidakpastian global. 

“Ini sama dengan harapan dan komitmen PKB bahwa tujuan utama kita bernegara tidak lain adalah mengembalikan hak-hak ekonomi rakyat untuk bisa terwujud kesejahteraan secepat-cepatnya,” kata Muhaimin. 

Ia lantas menyinggung perjalanan negeri ini di tengah dinamika global selama 25 tahun terakhir. Persoalannya, seringkali negeri ini justru secara tidak sadar sudah abai untuk menata dan mengelola kekuatannya sendiri. Itu ditunjukkan dari bagaimana negeri ini masih bergantung dengan pasar global. Sebaliknya, kekayaan bangsa ini seakan terlupakan dan malah belum sepenuhnya terjaga. 

Menurut Muhaimin, kesungguhan Presiden mewujudkan kemandirian ekonomi itu tampak dari keinginannya menjaga kekayaan alam agar dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Salah satu bentuk keberpihakan itu ialah dibuatnya kebijakan satu pintu ekspor sumber daya alam. Untuk itu, sebut dia, partainya mendukung sepenuhnya kebijakan yang akan menegakkan kedaulatan ekonomi di negara ini. 

“Kita yakin sepenuhnya orientasi dan arah baru ekonomi yang dimulai dari penyelamatan sumber daya alam ini bukan sekadar retorika maupun impian di siang bolong. Kita sudah lama merindukan ini dan kita menyaksikan kebijakan Bapak Presiden sudah nyata di depan mata dengan upaya-upaya konkret yang kita saksikan,” kata Muhaimin.

Muhaimin juga mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan panjang partainya yang sekarang berumur 28 tahun. Ia melihat segenap kadernya terus menjaga soliditas dan membuat partainya terus bertumbuh. Untuk itu, regenerasi juga dijalankannya dengan melantik seluruh pengurus tingkat cabang yang baru sehari jelang perayaan puncak hari lahir tersebut.

Baca JugaPerkuat Kaderisasi, PKB Tak Lagi Mode Bertahan?
Stabilitas elektoral

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, PKB sebagai salah satu partai politik yang paling stabil secara elektoral. Sejak didirikan, partai itu selalu berhasil mempertahankan perolehan suara walaupun berkali-kali menghadapi guncangan konflik politik internal. Stabilitas ini dipengaruhi basis pendukung tradisional yang berasal dari lingkungan pondok pesantren. 

Hanya saja, sebut Yunarto, stabilitas elektoral itu juga belum beriringan dengan lonjakan seperti yang pernah diperoleh partai-partai lain yang kemudian hari menjadi penguasa. Memang, Muhaimin, selaku ketua umum, sering kali mampu membawa partainya tetap berada di lingkaran pemerintahan. Tetapi, kemampuan itu saja tidak cukup untuk membawa partai ini semakin besar. Apalagi belum ada sosok yang mampu diposisikan sebagai magnet elektoral. 

“Jangan sampai partai ini kemudian hanya menjadi subordinat dari partai penguasa. Ketika misalnya kepuasan publik terhadap penguasa turun, nanti PKB akan ikut terbawa turun. Sebaliknya, kalau tingkat kepuasan penguasa tinggi, yang mendapatkan insentif bukan PKB, tetapi partai penguasanya,” kata Yunarto.

Baca JugaCak Imin Kembali Pimpin PKB, Wapres Ma'ruf Amin Jadi Ketua Dewan Syura

Selama ini, jelas Yunarto, Muhaimin cenderung menekankan rasionalitas politik untuk membuat partainya tetap menjadi bagian dari penguasa. Dalam kondisi sekarang, jelas dia, partai itu perlu mempertimbangkan segala isu dan keresahan yang sedang berkembang di masyarakat. Pasalnya, kontroversi akan kebijakan pemerintah boleh dibilang cukup ekstrem belakangan ini. 

“Cak Imin (Muhaimin) ini kan juga cenderung dianggap berani dalam bermain politik. Kita harap keberanian itu juga dimainkannya dalam melakukan manajemen isu, termasuk positioning PKB saat merespons kontroversi kebijakan-kebijakan pemerintah yang sekarang banyak menjadi percakapan di masyarakat. Itu bisa menjadi kekuatan tersendiri,” kata Yunarto.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wamendiksaintek ungkap tiga kunci perguruan tinggi berkelanjutan
• 9 jam lalu
0
thumb
BMKG: Mayoritas Kota Besar Alami Berawan dan Hujan Ringan
• 10 jam lalu
0
thumb
Beasiswa Kedokteran Kemenkes-IUHW Jepang 2026 Dibuka, Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku
• 22 jam lalu
0
thumb
Momen Polisi Kejar-kejaran 12 Km Tangkap Kurir Sabu di Tol Trans Sumatera
• 22 jam lalu
0
thumb
Hotman Paris Tak Lagi Dampingi Febrie Adriansyah, Fokus Jalani Pemulihan Kesehatan
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.