KOMPAS.TV – Pemerintah membuka peluang terjadinya penghematan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul rencana Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan pemberian MBG kepada anak-anak dari keluarga menengah ke atas.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penghematan anggaran berpotensi terjadi apabila jumlah kelompok penerima manfaat berkurang. Menurutnya, langkah tersebut bukan merupakan pemotongan anggaran program, melainkan pengaturan teknis yang akan ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Pemerintah saat ini masih menunggu mekanisme dan prosedur pelaksanaan dari BGN, termasuk terkait penetapan peserta didik yang tidak lagi menjadi penerima manfaat MBG.
Di sisi lain, Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai Program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak terhadap stabilitas harga sejumlah komoditas pangan. Menurutnya, melalui program MBG tercipta keseimbangan antara permintaan dan penawaran, salah satunya pada komoditas telur.
Sementara itu, usai Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan belum ada pembahasan mengenai pengganti Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian. Prasetyo menyebut jabatan tersebut baru ditinggalkan sehingga belum ada pembicaraan lebih lanjut. Terkait Nanik S Deyang, Prasetyo juga menyampaikan bahwa rencana pengisian posisi di Dewan Pengawas BGN merupakan permintaan Presiden.
#MBG #MakanBergiziGratis #BGN #Sudaryono #PurbayaYudhiSadewa
Baca Juga: BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Jadi Rp229 T, Selaras dengan Perbaikan Tata Kelola
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- MBG
- MakanBergiziGratis
- BGN
- Sudaryono
- prabowo
- sppg






Komentar (0)