Sekolah Rakyat Dikenalkan Lewat Pameran Foto dan Diskusi di TIM

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pameran fotografi bertema human interest dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan Program Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Melalui pendekatan visual dan diskusi publik, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pendidikan yang inklusif.

Pameran foto dan talkshow bertajuk Belajar Tanpa Batas, Berkarya untuk Masa Depan” digelar di Galeri Cipta 1, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 21-25 Juli 2026. Acara menghadirkan Pengamat Pendidikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Alpha Amirrachman dan fotografer senior Arbain Rambey sebagai narasumber.

Baca Juga
  • Tahun Ini Sekolah Rakyat Diperluas Jadi 182 Titik, 93 Lokasi Sudah Permanen
  • Belum Bisa Bangun Sekolah Rakyat, Walkot Ingin Perluas Akses Sekolah Gratis di Kota Yogya
  • Tinjau Sekolah Rakyat Semarang, DPR RI Soroti Pentingnya CCTV untuk Keamanan Murid

Alpha Amirrachman mengatakan, Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah memperkuat sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, bermutu, dan berkeadilan. Program tersebut menyasar anak-anak dari kelompok rentan melalui penyediaan layanan pendidikan yang komprehensif, termasuk penerapan sistem berasrama (boarding school).

“Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, bermutu, dan berkeadilan,” kata Alpha dalam siaran pers, Kamis (23/7/2026),

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Alpha, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sumber daya manusia melalui pemerataan kesempatan belajar. Dengan akses pendidikan yang lebih luas, program tersebut diharapkan dapat membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Setiap anak harus memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa terkendala kondisi sosial maupun ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Arbain Rambey mengatakan fotografi memiliki peran strategis sebagai media komunikasi visual dalam menyampaikan substansi kebijakan publik. Karya fotografi dinilai mampu menghadirkan cerita yang lebih mudah dipahami sekaligus membangun empati masyarakat terhadap isu yang diangkat.

“Fotografi mampu menghadirkan narasi yang lebih mudah dipahami, membangun empati, serta memperlihatkan dampak nyata suatu program secara lebih dekat kepada publik,” kata Arbain.

Arbain mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap pameran cukup tinggi. Menurut dia, banyaknya karya yang masuk menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap isu pemerataan pendidikan, sementara fotografi menjadi media yang bersifat universal sehingga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Dalam sesi diskusi, kedua narasumber menilai pendekatan visual melalui fotografi dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat literasi publik mengenai Program Sekolah Rakyat. Melalui karya-karya yang ditampilkan, masyarakat diajak memahami bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan fashion show dari Rumah Quinsa. Penyelenggara berharap pameran dan talkshow tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Program Sekolah Rakyat sekaligus memperkuat dukungan publik terhadap kebijakan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkeadilan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Karhutla di Kapuas Capai 305 Hektare, 22 Hotspot Terpantau
• 2 jam lalu
0
thumb
Grup Leasing Astra Ungkap Tren Pembiayaan Mobil 2026 Masih Kondusif
• 16 jam lalu
0
thumb
Kepala Bapanas Pastikan Ketersediaan Beras RI Kuat Hadapi Kekeringan
• 13 jam lalu
0
thumb
Menkeu: Pengecualian Anak Keluarga Mampu dari MBG Berpotensi Hemat Anggaran
• 9 jam lalu
0
thumb
Tanaman Indoor yang Bisa Membantu Menyejukkan Rumah Secara Alami
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.