Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat peran masing-masing dalam menciptakan ekosistem yang mendukung anak menuju Indonesia Emas 2045.
"Anak-anak hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, kita harus memberikan kesempatan, akses, dan ruang seluas-luasnya bagi anak untuk belajar, berkembang, berkreasi, dan meraih cita-cita. Ketika kita hadir untuk anak, kita sedang menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas," kata Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Hal itu disampaikan Menteri Arifah dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Baca juga: Selvi Gibran bernostalgia dengan permainan tradisional di puncak HAN
Dalam kesempatan tersebut, Forum Anak menyampaikan 12 poin Suara Anak Indonesia yang mewakili aspirasi anak dari 38 provinsi.
Aspirasi tersebut disusun melalui proses partisipatif mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.
Ada 12 poin Suara Anak Indonesia tahun 2026, memuat berbagai isu yang menjadi perhatian anak, antara lain pendidikan berkualitas dan inklusif, pencegahan kekerasan dan perundungan, kesehatan fisik dan mental, perlindungan anak di ruang digital, peningkatan partisipasi anak dalam pembangunan, penguatan peran keluarga, pelestarian lingkungan hidup, dan pemenuhan hak anak penyandang disabilitas.
"Suara Anak Indonesia tidak hanya kami dengar, tetapi juga kami kawal. Kami akan mendampingi anak-anak menyampaikan langsung rekomendasi mereka kepada kementerian dan lembaga terkait agar setiap aspirasi mendapatkan perhatian dan tindak lanjut," ujar Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Selain penyampaian Suara Anak Indonesia, peringatan HAN ke-42 menampilkan permainan tradisional berbasis kearifan lokal dan pameran robotik karya anak Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak untuk berkreasi, mengembangkan bakat dan memperkuat karakter.
Baca juga: Jejak sejarah peringatan Hari Anak Nasional di Indonesia
Baca juga: Hari Anak Nasional, Plan Indonesia: Perlindungan anak harus menyeluruh
"Kita tidak bisa hanya melarang anak bermain gawai. Kita perlu menghadirkan alternatif kegiatan yang positif dan menyenangkan. Permainan tradisional mengajarkan kebersamaan, sportivitas, dan nilai karakter yang penting bagi perkembangan anak," ujar Arifah Fauzi.
Menteri PPPA juga mengapresiasi kreativitas anak Indonesia melalui pameran robotik yang menunjukkan kemampuan inovasi dan minat anak di bidang sains serta teknologi.
"Robotik menunjukkan kreativitas dan potensi luar biasa anak-anak Indonesia. Potensi ini harus terus kita dukung agar mereka siap menghadapi perkembangan zaman dan tantangan masa depan," kata Arifah Fauzi.
"Anak-anak hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, kita harus memberikan kesempatan, akses, dan ruang seluas-luasnya bagi anak untuk belajar, berkembang, berkreasi, dan meraih cita-cita. Ketika kita hadir untuk anak, kita sedang menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas," kata Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Hal itu disampaikan Menteri Arifah dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Baca juga: Selvi Gibran bernostalgia dengan permainan tradisional di puncak HAN
Dalam kesempatan tersebut, Forum Anak menyampaikan 12 poin Suara Anak Indonesia yang mewakili aspirasi anak dari 38 provinsi.
Aspirasi tersebut disusun melalui proses partisipatif mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.
Ada 12 poin Suara Anak Indonesia tahun 2026, memuat berbagai isu yang menjadi perhatian anak, antara lain pendidikan berkualitas dan inklusif, pencegahan kekerasan dan perundungan, kesehatan fisik dan mental, perlindungan anak di ruang digital, peningkatan partisipasi anak dalam pembangunan, penguatan peran keluarga, pelestarian lingkungan hidup, dan pemenuhan hak anak penyandang disabilitas.
"Suara Anak Indonesia tidak hanya kami dengar, tetapi juga kami kawal. Kami akan mendampingi anak-anak menyampaikan langsung rekomendasi mereka kepada kementerian dan lembaga terkait agar setiap aspirasi mendapatkan perhatian dan tindak lanjut," ujar Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Selain penyampaian Suara Anak Indonesia, peringatan HAN ke-42 menampilkan permainan tradisional berbasis kearifan lokal dan pameran robotik karya anak Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak untuk berkreasi, mengembangkan bakat dan memperkuat karakter.
Baca juga: Jejak sejarah peringatan Hari Anak Nasional di Indonesia
Baca juga: Hari Anak Nasional, Plan Indonesia: Perlindungan anak harus menyeluruh
"Kita tidak bisa hanya melarang anak bermain gawai. Kita perlu menghadirkan alternatif kegiatan yang positif dan menyenangkan. Permainan tradisional mengajarkan kebersamaan, sportivitas, dan nilai karakter yang penting bagi perkembangan anak," ujar Arifah Fauzi.
Menteri PPPA juga mengapresiasi kreativitas anak Indonesia melalui pameran robotik yang menunjukkan kemampuan inovasi dan minat anak di bidang sains serta teknologi.
"Robotik menunjukkan kreativitas dan potensi luar biasa anak-anak Indonesia. Potensi ini harus terus kita dukung agar mereka siap menghadapi perkembangan zaman dan tantangan masa depan," kata Arifah Fauzi.






Komentar (0)