14 Pos BPBD Disiagakan Atasi Krisis Air Bersih di Kabupaten Tangerang

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kabupaten Tangerang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan sebanyak 14 pos layanan kebencanaan krisis air bersih. Langkah ini dilakukan guna mengatasi dampak kekeringan akibat musim kemarau ekstrem 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan penyiagaan 14 pos layanan kebencanaan dilakukan sebagai hasil kajian atas potensi kekeringan yang diprediksi terjadi di 20 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

"Sekitar 20 kecamatan itu mengalami dampak dari kekeringan. Ini terjadi akibat musim kemarau panjang yang diprediksi BMKG terjadi dari awal Juli hingga September," kata Achmad, dilansir dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
 

Baca Juga :

Kemarau, Ratusan Keluarga di Kosambi Dalam Tangerang Krisis Air

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Salah satunya kesiapan dukungan 14 pos pemadam kebakaran (damkar) dan bencana yang tersebar di berbagai titik wilayah kecamatan.

Menurut dia, masing-masing pos kedaruratan tersebut telah dilengkapi dengan personel serta armada mobil tangki air. Pos juga terintegrasi dengan fasilitas sumur air bersih.

"Bantuan air bersih yang disiapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci, sementara untuk kebutuhan minum masyarakat juga terbantu oleh air mineral maupun air bersih dari kami," ujarnya.


Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik memberikan keterangan resmi terkait pemetaan zona rawan kekeringan tahun 2026. (ANTARA/Azmi Samsul M)


Selain menyiagakan pos kedaruratan, BPBD juga telah memperkuat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di antaranya dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (Perkim) serta PDAM yang memiliki fasilitas mobil tangki dan produksi air bersih.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat dukungan dalam menyediakan bantuan kedaruratan bagi masyarakat yang mulai terdampak kemarau ekstrem tersebut.

"Koordinasi juga dijalankan bersama Dinas Pertanian guna mengantisipasi dan menyiapkan solusi bagi para petani yang terancam gagal panen akibat kekeringan lahan pertanian," ucapnya.

Untuk saat ini, pihaknya mencatat lima kecamatan mulai dilanda kekeringan. Lima wilayah itu juga terdampak krisis air bersih sehingga beberapa desa/kelurahan telah mengajukan bantuan pasokan air bersih.

"Saat ini baru lima kecamatan. Namun, tidak seluruh desa/kelurahan dari lima kecamatan itu mengalami krisis air bersih," ungkapnya.

Adapun lima kecamatan yang dilanda krisis air bersih itu yakni Curug, Panongan, Legok, Jambe, dan Tigaraksa. Meski demikian, pemerintah daerah setempat gerak cepat menyalurkan bantuan pasokan air bersih bagi warga terdampak.

"Wilayah tersebut sebelumnya masuk ke dalam pemetaan BPBD sebagai zona rawan kekeringan selama musim kemarau," tuturnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bos DJP Soal Awasi Wajib Pajak Lewat Rekening Bank: Itu Prosedur Biasa
• 12 jam lalu
0
thumb
Partai Gerakan Rakyat Daftarkan Diri ke Kemenkum, Target Ikut Pemilu 2029
• 3 jam lalu
0
thumb
Gelar P3DN Summit 2026, Pertamina Perkuat Industri Nasional Menuju Daya Saing Global
• 7 jam lalu
0
thumb
[FULL] Polisi Ungkap Fakta di Balik Dugaan Kasus Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya | SAPA SIANG
• 4 jam lalu
0
thumb
Menhub: Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi Agustus 2026
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.