JAKARTA, DISWAY.ID-- Rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk memproduksi kendaraan motor listrik buatan dalam negeri juga turut mengundang sejumlah pertanyaan dari berbagai pihak, salah satunya dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Dalam hal ini, Analis Kebijakan Ekonomi Ajib Hamdani juga menyoroti proses, serta aplikasi dari konsep motor listrik nasional tersebut.
BACA JUGA:Nasib Motor Listrik Kasus MBG Terungkap, BGN Bocorkan Daftar Calon Penggunanya
"Yang menjadi catatan lebih lanjut adalah, apakah konsep motor listrik nasional ini benar-benar produk dalam negeri, atau hanya stempel ulang dari produk luar negeri," tutur Ajib kepada Disway, pada Kamis (23/07).
Selain itu, Ajib menambahkan, pertanyaan lebih lanjut adalah, apakah komitmen dari Presiden Prabowo bisa dilanjutkan di tataran teknis kementerian terkait mendorong produksi motor listrik nasional akan menjadi momentum reindutrialisasi untuk perekonomian Indonesia.
Pasalnya untuk bisa disebut sebagai motor listrik nasional dan memberikan dampak trickle down effect untuk industri kecil menengah, produk ini minimal harus memenuhi 2 (dua) unsur utama.
BACA JUGA:Apindo Sambut Baik Rencana Prabowo Produksi Motor Listrik Buatan Indonesia
Dua unsur tersebut antara lain adalah sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 50 persen termasuk IP lokal, serta memiliki rantai pasok komponen lokal.
"Kalau Indonesia benar-benar bisa memproduksi motor listrik nasional, ini akan menjadi momentum reindustrialisasi untuk membangun ekosistem ekonomi domestik yang kuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen," pungkas Ajib.
Potensi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Di sisi lain, Ajib juga menambahkan bahwa apabila program motor listrik nasional bisa terwujud, maka setidaknya ada 3 (tiga) hal positif yang berdampak terhadap ekonomi nasional.
Tiga hal tersebut sendiri adalah kesesuaian antara rancangan dengan kebutuhan dan penggunaan sepeda motor di masyarakat Indonesia, pengurangan emisi gas buang hingga lebih dari 95 persen, serta pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
BACA JUGA:Insentif Motor Listrik, MTI Dorong Dukungan Khusus untuk Roda Tiga dan Komersial
"Kita tidak hanya merancang, tetapi menciptakan alat ekonomi produktif, yang akan membantu ekonomi masyarakat," tutur Ajib.
"Hal ini tentunya menjadi angin segar agar sektor manufaktur bisa kembali terdorong dan menjadi lokomotif penggerak perekonomian nasional, serta menjadi sektor penyerap tenaga kerja yang berkualitas," tambahnya.






Komentar (0)