Menteri PPPA Sebut Permainan Tradisional Solusi Batasi Anak Bermain Gawai

metrotvnews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menyebutkan permainan tradisional menjadi salah satu solusi membatasi anak bermain gawai di tengah pesatnya pengaruh media sosial. Permainan tradisional dapat mengalihkan perhatian anak ke dunia nyata melalui interaksi fisik langsung.

"Kita tak bisa begitu saja menyuruh anak berhenti main gadget, tapi berikan solusi. Misalnya, melalui permainan tradisional berbasis kearifan lokal," kata Arifatul saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), dilansir dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.

Dia mengatakan Kementerian PPPA menginisiasi permainan rakyat sejak peringatan HAN 2025 seiring tantangan penggunaan media sosial yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Menurut dia, permainan tradisional mengandung nilai filosofi yang tinggi, seperti membangun budaya antre, saling menghargai, dan meningkatkan kebersamaan hingga kreativitas.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menggalakkan permainan tradisional bagi anak-anak agar seimbang dengan penggunaan gawai," ucap Arifatul.

Ilustrasi anak dan orang tua. Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Di samping itu, Arifatul mengatakan puncak HAN ke-42 diinisiasi Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian PPPA.

Dia berharap peringatan HAN bukan hanya formalitas, namun membangun kesadaran masyarakat bahwa anak hari ini memiliki tantangan luar biasa di tengah perkembangan era digital.

"Anak-anak hari ini adalah pemimpin Indonesia ke depan, maka kita harus menjamin pemenuhan hak serta perlindungan anak," ujar Arifatul.

Baca Juga :

10 Cara Mudah dan Seru Merayakan Hari Anak Nasional Bersama Keluarga
Dalam kesempatan yang sama, Forum Anak Indonesia menyampaikan 12 poin suara anak Indonesia yang dirangkum dari 38 provinsi. Arifatul memastikan suara anak-anak tidak hanya didengar, tapi akan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.

"Kita akan ajak anak-anak bertemu langsung menteri terkait sekaligus berdiskusi mengenai berbagai persoalan anak dari tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional," kata Arifatul.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Khutbah Salat Jumat NU Singkat Tentang Kesialan di Bulan Safar
• 10 jam lalu
0
thumb
KALOG Express Perluas Peluang Kemitraan, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
• 4 jam lalu
0
thumb
Tanggapi Kasus Eks Jampidsus, Advokat Denny Kailimang: 2 Alat Bukti Cukup Tetapkan Tersangka | ROSI
• 17 jam lalu
0
thumb
China Open 2026: Kurang Tenang Bikin Rehan/Gloria Angkat Koper
• 16 jam lalu
0
thumb
Pertamina Gelar P3DN Summit 2026, Perkuat Industri Nasional Menuju Daya Saing Global
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.