Seorang warga Kabupaten Lamongan inisial MDR (30 tahun) asal Dusun Penanjan, Desa Paciran yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Radio Suara Surabaya pekan lalu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Bukit Kendil, Paciran, Kamis (23/7/2026).
Kabar duka itu disampaikan Muhibuddin teman SD MDR kepada Radio Suara Surabaya. Ia menerima informasi penemuan itu dari grup pertemanan sekolah dan telah mengonfirmasinya kepada sejumlah orang yang mengenal MDR.
“Saya mau melaporkan untuk postingan dari Suara Surabaya terkait orang hilang lima hari lalu yang bernama (insial) MDR. Itu ditemukan, tapi kita berduka karena posisinya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal,” kata Muhibuddin saat on air di Radio Suara Surabaya, Kamis petang.
Menurut informasi yang diterimanya, MDR ditemukan oleh relawan di kawasan perbukitan yang berjarak sekitar dua hingga tiga kilometer dari rumahnya.
“Nah, ini tadi kebetulan ditemukan sama ada relawan LSM di desa itu. Akhirnya ditemukan di tebing, kalau kita nyebutnya Gunung Pendil di Paciran. Di bukit lah istilahnya, tapi kita menyebutnya gunung itu. Kalau jarak dari rumahnya sekitar ya dua sampai tiga kilo lah, nggak jauh,” ujarnya.
Tim relawan menemukan jenazah MDR (30 tahun) di kawasan Bukit Kendil, Paciran, Kamis (23/7/2026). Foto: Muhibuddin via WA SSIa mengatakan, identitas jenazah telah dikonfirmasi oleh beberapa kerabat dan keluarga korban, sehingga dipastikan bahwa jenazah tersebut betul merupakan MDR.
“Sudah dikonfirmasi ke beberapa orang yang memang kenal dan itu dibenarkan kalau ini Mas MDR,” tuturnya.
Adapun proses evakuasi telah selesai dilakukan, setelah korban ditemukan pada Kamis siang. Sementara untuk penyebab meninggalnya korban, menurutnya masih belum diketahui.
Sebelumnya, Nisa adik korban melaporkan kehilangan kakaknya kepada Radio Suara Surabaya pada Jumat (17/7/2026) malam. MDR diketahui meninggalkan rumah sejak, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Dari keterangan ANS, MDR terakhir terlihat mengenakan kaus putih, celana pendek hitam, dan sandal selop berwarna biru. Ia memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter, berperawakan kurus, berambut pendek, berkumis tipis, serta memiliki tahi lalat di dahi sebelah kiri.
Nisa saat itu menjelaskan bahwa MDR memiliki gangguan kesehatan jiwa dan menjalani rawat jalan serta membutuhkan obat secara rutin. “Mengonsumsi obat, saat ini rawat jalan di RS Menur (Surabaya),” kata Anisa dalam laporannya saat itu.
Menurut keluarga, MDR biasanya keluar rumah dengan pendampingan. Namun, saat kejadian, langkahnya tidak berhasil dikejar hingga akhirnya keluarga kehilangan jejak dan melaporkannya kepada kepolisian serta menyebarkan informasi melalui media sosial.
Tim Suara Surabaya pun kemudiana langsung memposting laporan hilangnya MDR itu ke platform Facebook e100 Suara Surabaya, sebelum akhirnya menerima laporan dari Muhibuddin soal meninggalnya MDR tersebut pada Kamis (23/7/2026) petang. Radio Suara Surabaya pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat atas meninggalnya MDR. (bil/ham)




Komentar (0)