Grid.ID – Pembagian harta bersama (gono-gini) antara Ruben Onsu dan Sarwendah pasca-perceraian menyisakan polemik panas. Pihak Sarwendah mengeklaim merasa dirugikan karena mendapatkan aset yang terjerat utang bank dalam jumlah fantastis.
Namun, pihak Ruben Onsu membalas dengan menyebut bahwa pembagian tersebut adalah pilihan Sarwendah sendiri.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membeberkan bahwa dalam kesepakatan dinotaris, empat aset rumah dibagi dua untuk masing-masing pihak. Namun, setelah berjalan, pihak Sarwendah mengaku terkejut karena aset yang mereka terima ternyata memiliki beban finansial yang berat di bank.
"Klien kami mendapatkan dua aset, RO (Ruben Onsu) mendapatkan dua aset. Tetapi aset yang didapat RO adalah aset yang clean and clear. Ternyata yang diberikan kepada klien kami ini bermasalah di bank, yang nilainya cukup fantastis," ujar Chris Sam Siwu di PN Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).
Bahkan, Chris menyebut rumah di kawasan Cilandak yang kini ditempati Sarwendah dan anak-anak sudah mendapatkan surat rencana lelang dari bank. "Klien kami tidak mau diberikan gono-gini yang seperti itu. Bayangkan, aset yang kita serahkan ke pihak sana (Ruben) tidak ada jaminan, sementara yang untuk klien kami malah penuh utang," tambahnya.
Kubu Ruben Onsu: Sarwendah yang Mengatur Pembagiannya
Menanggapi tudingan tersebut, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan jawaban menohok. Ia menegaskan bahwa seluruh skema pembagian asettersebut disusun berdasarkan keinginan Sarwendah.
"Yang mengatur-ngatur Ruben dapat apa, dia (Sarwendah) dapat apa, itu dia sendiri kok. Jadi janganlah dibilang ini kemauan kita. Ini fakta," tegas Minola Sebayang di Kuningan, Kamis (23/7/2026).
Minola juga mengingatkan bahwa Ruben telah berinvestasi sangat besar pada rumah yang kini dipermasalahkan Sarwendah tersebut. Ruben disebut telah melunasi biaya renovasi hingga miliaran rupiah agar rumah itu layak huni.
"Seluruh uang renovasi itu ditransfer oleh Ruben sebanyak 47 kali, totalnya Rp11,3 miliar. Belum lagi isi rumahnya, lift Rp504 juta, AC Rp400 juta, dan furniture Rp3 miliar yang dicicil Ruben sampai lunas," ungkap Minola.
Pihak Sarwendah sendiri menyatakan sudah tidak mau ambil pusing dengan status aset yang "bermasalah" tersebut. Sarwendah memilih untuk pindah ke rumah baru demi mencari ketenangan dan keamanan bagi anak-anaknya, terutama setelah adanya insiden kedatangan orang diduga debt collector.
"Ya sudah, nasi sudah jadi bubur. Klien kami lebih memilih hidup tenang dan tidak lagi dikait-kaitkan atau dibilang numpang. Beliau sudah mandiri secara finansial selama 6 bulan terakhir," pungkas Chris Sam Siwu.
Sementara itu, pihak Ruben Onsu meminta agar tidak ada penggiringan opini seolah-olah Ruben memberikan aset yang buruk kepada mantan istrinya.
"Jangan playing victim. Kami bicara data agar anak-anak tahu ayahnya sudah bertanggungjawab maksimal," tutup Minola. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)