Bentengi Anak dari Perilaku LGBT, Ini Cara Tanamkan Pemahaman Gender Sesuai Usia

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kampanye lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) terhadap anak dan remaja dinilai kian masif, bahkan disisipkan dalam kartun atau serial anak. Hal ini dinilai mengkhawatirkan karena bisa merusak pondasi moral anak hingga meningkatkan penyakit menular seksual.

Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang dr Angga Wirahmadi mengatakan kampanye LGBT pada populasi remaja menjadi isu memprihatinkan. Jika terus dibiarkan, maka bisa berdampak pada peningkatan penyakit menular seksual di kalangan remaja Indonesia.

Baca Juga
  • Bagaimana Cara Mengingatkan Teman yang Sudah Terlanjur LGBT?  
  • Yusril tak Ada Agama yang Terima LGBT
  • For Revenge Isi OST Film Spider-Man: Brand New Day

"Memang masalah LGBT ini merupakan masalah yang sedang naik daun di populasi remaja kita saat ini. Karena, lagi-lagi kita lihat dampaknya. Dampaknya adalah peningkatan penyakit menular, yang tadi saya sebutkan yaitu HIV, yang bisa menyebabkan kecacatan maupun kematian. Jadi ini hal yang memperhatinkan sekali," kata dr Angga dalam diskusi media yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (21/7/2026).

Menurut dr Angga, deteksi dini perilaku seksual berisiko termasuk LGBT pada remaja dapat dilakukan melalui pendekatan HEEADSSS, yang memuat penilaian aspek seksualitas. Pada bagian ini, tenaga kesehatan bisa menggali orientasi seksual, aktivitas seksual, serta perilaku berisiko yang dapat meningkatkan risiko penularan penyakit seperti HIV.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Di HEEADSSS itu nanti kita ada kolom bagian sexuality. Di situ kita bisa menggali bagaimana orientasi ataupun perilaku berisiko yang saat ini dialami oleh remaja tersebut. Apakah orientasinya normal atau menyimpang," kata dr Angga.

la mengatakan, apabila ditemukan remaja dengan orientasi LGBT, tenaga kesehatan akan menanyakan apakah yang bersangkutan pernah melakukan perilaku seksual berisiko. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini sehingga intervensi dapat diberikan lebih cepat untuk mencegah munculnya penyakit menular seperti HIV.

"Kalau orientasinya seperti tadi, LGBT, terus kita tanyakan apakah sudah pernah melakukan perilaku seksual yang berisiko. Dengan seperti itu kita bisa deteksi dini dan kita intervensi mudah-mudahan tidak sampai muncul penyakit menular seperti HIV," ujar dr Angga.

Dokter Angga menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam memberikan edukasi seksual kepada anak guna mencegah penyimpangan orientasi seksual LGBT. Menurut dia, edukasi sejak dini akan membangun pondasi kuat pada diri anak.

"Tentunya pencegahannya dimulai dari keluarga. Dimulai sedini mungkin dengan menanamkan nilai-nilai agama karena semua agama tidak ada yang mendukung LGBT. Jadi dimulai semenjak kapan? sedini mungkin, karena ketika anak itu masih kecil, anak akan dengar orang tua," kata dia.

Karikatur Opini Republika : Say No to LGBT - (Republika/Daan Yahya)

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perekaman KIA Jadi Kado Hari Anak Nasional bagi Anak-anak di Sebatik Perbatasan Indonesia-Malaysia
• 7 jam lalu
0
thumb
Korps Marinir Peringati Hari Anak Nasional dengan Mengajar Siswa di Sekolah Perbatasan Sebatik
• 8 jam lalu
0
thumb
Ban Mobil Diisi Nitrogen atau Oksigen, Lebih Bagus Mana?
• 3 jam lalu
0
thumb
Pengamat: Jaga asas praduga tak bersalah terkait perkara eks Jampidus
• 18 jam lalu
0
thumb
Pengamat Minta Publik Jaga Asas Praduga Tak Bersalah dalam Perkara Eks Jampidsus
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.