Menkomdigi soal Wajib Biometrik Kartu SIM Baru: Insyaallah NIK Lebih Terjaga

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memastikan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) kini lebih terjaga sejak diterapkannya kebijakan verifikasi biometrik untuk pengguna kartu ponsel baru.

"Insyaallah berarti NIK-nya sudah lebih terjaga. Karena dengan biometrik, dia juga bisa langsung lihat kalau NIK tersebut digunakan oleh nomor lain atau tidak," kata Meutya, di Garuda Spark FX Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).

Aktivasi nomor baru tidak cukup hanya dengan memasukkan NIK, melainkan harus disertai verifikasi biometrik (pemindaian wajah atau face recognition) untuk mencegah penyalahgunaan data.

NIK seseorang tidak akan disalahgunakan oleh orang lain sebagai syarat mendaftar nomor ponsel baru. 

Baca juga: Syarat Face Recognition untuk SIM Card Diyakini Bisa Kurangi Scam dan Spam

Meutya mengatakan, kebijakan biometrik menjadi salah satu cara negara untuk memperkuat keamanan nasional dan melindungi rakyat dari ancaman kejahatan digital.

"Jadi ini juga salah satu cara negara untuk hadir mengamankan dan memberikan pelayanan keamanan bagi warga negara terkhusus para pengguna operator seluler," ucapnya.

Sejak awal biometrik diterapkan, Meutya menitipkan ke jajarannya untuk memastikan implementasi kebijakan tetap mudah dan inklusif bagi masyarakat.

"Karena tujuannya adalah melindungi para pengguna seluler, bukan membuat ribet dan membuat sulit hidup mereka ya. Jadi tolong betul-betul, sistemnya, teknologi memang mempermudah dan inklusif," ucapnya.

Baca juga: Komdigi Terima Laporan 30.000 Nomor Scamming Sepanjang Januari-Juli 2026

Meutya mengaku senang karena sejumlah operator seluler menyediakan ruangan khusus bagi pengguna baru, terutama perempuan, untuk melakukan pemindaian wajah.

"Teman-teman operator ada bilik khusus untuk mereka yang menggunakan hijab atau jilbab. Perempuan mungkin yang tidak nyaman melakukan di depan umum juga bisa masuk ke bilik-bilik supaya lebih privat melakukan biometrik," tuturnya.

"Tentu inklusivitas ini juga kita harapkan terhadap kelompok lainnya termasuk disabilitas," tambah Meutya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
6,8 Juta orang mendaftar SIM card pakai biometrik

Komdigi mencatat sebanyak 6,8 juta masyarakat telah melakukan registrasi kartu SIM menggunakan verifikasi biometrik sejak Januari hingga Juli 2026.

Penerapan verifikasi biometrik pada registrasi kartu SIM dilakukan untuk meningkatkan keamanan identitas masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan kejahatan digital yang memanfaatkan data pribadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Said Iqbal: Dua Pabrik Garmen di Jateng Terancam PHK 1.470 Buruh
• 4 jam lalu
0
thumb
Pramono Bisik-bisik ke Cak Imin: Semua Orang yang Tinggalkan Partainya Nggak Pernah Jadi Besar
• 12 jam lalu
0
thumb
Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus Febrie Gara-gara Saraf Kejepit
• 8 jam lalu
0
thumb
Disebut Bakal Berasrama, Di mana Lokasi Kampus Universitas Republik Indonesia?
• 14 jam lalu
0
thumb
Profil Ruka BABYMONSTER, Member Asal Jepang yang Jago Nge-Rapp dan Menari Hip Hop
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.