Presiden Prabowo Soroti Capaian dan Pekerjaan Rumah Pemerintah dalam 18 Bulan Kabinet Merah Putih

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dengan menyebut pemerintah telah menyelesaikan 110 persoalan strategis selama 18 bulan pertama masa pemerintahan.

Sidang kabinet yang digelar pada Senin (20/7) itu menjadi forum evaluasi kinerja para menteri sekaligus penyampaian arahan mengenai agenda yang masih harus dituntaskan.

Pemerintah Soroti Tata Kelola Sumber Daya Alam

Presiden kembali menegaskan persoalan kebocoran kekayaan negara yang menurutnya terjadi akibat praktik under-invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, transfer pricing, serta penyelundupan sumber daya alam.

Pemerintah menyatakan kebijakan penguatan tata kelola sumber daya alam dijalankan sebagai tindak lanjut atas persoalan tersebut dengan mengacu pada amanat Pasal 33 UUD 1945 mengenai penguasaan negara terhadap cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menyangkut hajat hidup orang banyak.

Danantara dan Konsolidasi BUMN Jadi Sorotan

Salah satu capaian yang disampaikan pemerintah adalah pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada Februari 2025 yang kini mengonsolidasikan aset negara senilai lebih dari 1.000 miliar dolar Amerika Serikat.

Pemerintah juga menyebut jumlah BUMN telah dikurangi dari 1.007 menjadi sekitar 750 entitas melalui proses merger dan konsolidasi.

Langkah tersebut diperkirakan menghemat biaya overhead hingga Rp50 triliun dan berpotensi meningkat menjadi Rp70 triliun hingga Rp80 triliun pada akhir tahun.

Pemerintah juga menyampaikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sejak 1 Juni 2026 menjalankan program Ekspor Satu Pintu yang masih berada dalam masa transisi untuk komoditas batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy.

Program tersebut dijadwalkan berlaku penuh mulai 1 September 2026.

Selama masa transisi, DSI disebut telah mengelola devisa lebih dari 10,5 miliar dolar Amerika Serikat sekaligus memangkas selisih harga jual komoditas antara pasar domestik dan internasional yang sebelumnya mencapai 30 hingga 45 persen.

Pemerintah menyatakan kebijakan itu juga bertujuan mengidentifikasi nilai ekspor yang selama ini tidak tercatat secara semestinya akibat praktik under-invoicing.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mentan Klaim Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton
• 17 jam lalu
0
thumb
Heboh! Pengendara dengan Ban Gundul Bakal Ditilang, Polisi Merespons
• 2 jam lalu
0
thumb
Kementan Beli Benih Jagung Hibrida ITS Rp10 Miliar untuk 13.000 Hektare
• 15 jam lalu
0
thumb
4,15 Juta Warga Indonesia Terpapar Narkotika, Usia 15-24 Tahun Paling Rentan
• 4 jam lalu
0
thumb
Inflasi Jakarta Tahun 2026 Capai 2,78 Persen, Lebih Rendah Ketimbang Nasional
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.