JAKARTA, DISWAY.ID - Angka inflasi di Jakarta tercatat stabil sebesar 2,78 persen hingga Juni 2026.
Secara tahunan angka inflasi Jakarta, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional dan masih berada dalam rentang sasaran nasional.
Kondisi tersebut didukung kebijakan untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi publik secara konsisten.
BACA JUGA:Inflasi Nasional 3,34 Persen, Mendagri Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Pangan
Hal ini diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Pendopo Balai Kota Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026.
"Stabilitas daya beli ditopang inflasi Jakarta yang terkendali. Pada Juni 2026, inflasi tercatat 2,78 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional dan masih berada dalam rentang sasaran nasional," kata Pramono.
Di sisi lain, Jakarta juga mempertahankan posisinya sebagai tujuan investasi terbesar di Indonesia.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Bangkit Usai Anjlok, Investor Menanti Data Inflasi AS dan Sinyal The Fed
Realisasi investasi pada Semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun, tumbuh 23,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nilai tersebut berkontribusi 17,20 persen terhadap total investasi nasional.
Pemprov DKI Jakarta terus memperbaiki iklim usaha melalui pendampingan pelaku usaha, fasilitasi peluang investasi baru, serta pengembangan investasi hijau.
Salah satu proyek yang terus dipercepat adalah Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
BACA JUGA:Misbakhun Akui Lonjakan Harga Pertamax Berpotensi Dorong Kenaikan Inflasi
Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus mengembangkan infrastruktur perkotaan yang lebih berkelanjutan.
Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat kualitas tenaga kerja untuk memastikan pertumbuhan ekonomi diikuti perluasan kesempatan kerja.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)