Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, adanya potensi penghematan anggaran apabila wacana pengecualian anak dari keluarga mampu sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) direalisasikan.
Sebagaimana diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) hingga saat ini masih mengkaji wacana agar anak dari kelompok ekonomi mampu atau kaya tidak lagi menjadi penerima program MBG.
"Pasti ada kurang, penghematan (anggaran) lah, bukan potong. Tapi tergantung mereka (BGN) gimana teknisnya nanti," kata Purbaya usai menghadiri rapat koordinasi (rakor) devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
Baca Juga :
Belanja Pemerintah Tumbuh 29,4%, Realisasi MBG Capai Rp98,8 Triliun(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) Tunggu laporan BGN Meski demikian, Menkeu Purbaya mengaku belum mengetahui secara rinci mekanisme penerapan kebijakan tersebut karena menjadi kewenangan BGN.
"Saya enggak tahu detilnya seperti apa. Saya mesti tanya ke Kepala MBG bagaimana prosedurnya. Itu kan mereka yang kendalikan sepenuhnya. Kalau ada anak orang kaya, berarti sekolah-sekolah yang bagus-bagus. Mungkin nanti kalau mereka bilang mereka enggak mau, ya udah. Dikasih katanya gitu, tapi teknisnya tanya mereka ya," ujarnya.
Purbaya juga mengatakan berencana bertemu dengan Kepala BGN yang baru, Sudaryono, setelah proses konsolidasi di internal lembaga tersebut selesai.
"Ketuanya ganti. Kita biarkan konsolidasi dulu. Ini kan masih konsolidasi. Tadinya minggu ini, tapi kan ketuanya ganti. Ada, tapi kan dia masih konsolidasi. Biar tenang dulu," katanya.





Komentar (0)