Pemerintah Amerika Serikat semakin memperketat pengawasan terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan menyelidiki apakah berbagai model AI yang dikembangkan di Tiongkok menggunakan metode yang dikenal sebagai “distillation” (distilasi) untuk memanfaatkan hasil model bahasa besar (Large Language Models/LLM) buatan Amerika Serikat tanpa izin. Jika tuduhan tersebut terbukti, pemerintah AS akan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terbukti mencuri hak kekayaan intelektual.
EtIndonesia.com Dalam wawancara dengan Fox Business, Menkeu AS Scott Bessent mengatakan bahwa Amerika Serikat mendukung pengembangan model AI sumber terbuka (open source), tetapi tidak akan mentoleransi pencurian hak kekayaan intelektual. Menurutnya, apabila perusahaan luar negeri, terutama perusahaan yang terkait dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT), mengembangkan model AI dengan meniru hasil karya perusahaan-perusahaan AI Amerika, maka pemerintah AS akan mengambil tindakan berupa sanksi.
Para analis menilai bahwa slogan PKT mengenai “menyalip di tikungan” dalam pengembangan teknologi selama beberapa tahun terakhir sebagian besar bergantung pada pencurian teknologi pihak lain. Hal inilah yang membuat Amerika Serikat semakin waspada.
“Mereka bahkan tidak lagi menganggap pencurian teknologi sebagai sesuatu yang memalukan, tetapi justru sebagai kebanggaan dan keunggulan mereka. Keunggulan mereka adalah mencuri teknologi Anda, dan Anda sulit mencegahnya,” ujar Ekonom dari Institute for Information and Strategic Studies di Amerika Serikat, Li Hengqing.
Bessent menjelaskan bahwa distillation adalah teknik yang memanfaatkan keluaran dari model AI yang lebih canggih untuk melatih model AI baru. Namun, apabila proses tersebut dilakukan dengan menggunakan model komersial milik pihak lain tanpa izin, maka hal itu dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak kekayaan intelektual.
“Mengatakan bahwa tindakan ini merupakan pencurian hak kekayaan intelektual Amerika Serikat memang ada dasarnya. Jika Anda mengambil hasil dari model AI orang lain lalu menggunakannya untuk membuat model AI dengan kemampuan yang sedikit lebih rendah dan menyebutnya sebagai AI buatan sendiri, maka pada dasarnya itu adalah tindakan plagiarisme,” ujar Wakil Dekan Fakultas Bisnis Loyola University Maryland, Ding Hongbin.
Sejumlah perusahaan AI Amerika, termasuk OpenAI dan Anthropic, baru-baru ini menuduh perusahaan-perusahaan Tiongkok memanfaatkan teknik distillation untuk mengembangkan produk AI pesaing dengan biaya yang sangat rendah.
Bahkan, Anthropic menyampaikan kepada Kongres AS bahwa Alibaba diduga melakukan apa yang disebut sebagai serangan distillation terbesar yang pernah diketahui hingga saat ini.
Bessent juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS menemukan adanya “watermark” (penanda digital) khas milik model bahasa besar Amerika di beberapa model AI buatan perusahaan Tiongkok. Ia menyebut temuan tersebut sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak dapat diterima” dan mengatakan bahwa pemerintah akan memulai penyelidikan dalam beberapa hari hingga beberapa minggu mendatang.
Sementara itu, Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Jamieson Greer, menyatakan bahwa pemerintah AS juga sedang menyelidiki secara intensif apakah PKT menggunakan cara-cara yang tidak adil, termasuk pencurian teknologi, untuk mendukung perusahaan-perusahaan AI Tiongkok dalam merebut pangsa pasar AI global.
Laporan oleh wartawan NTD Television, Yi Xin dan Qiu Yue






Komentar (0)