MANILA, KOMPAS.TV — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Filipina, Kamis (23/7/2026). Rubio diharapkan akan memperbarui prospek AS untuk menengahi dan mengakhiri perang di Ukraina.
Pertemuan antara Rubio dan Lavrov dijadwalkan berlangsung di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri Asia Tenggara, salah satu pertemuan sampingan paling penting yang diadakan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Manila.
Upaya AS menengahi pengakhiran perang Rusia-Ukraina telah menurun karena terjadinya perang Iran menjadi pusat perhatian.
Rubio mengatakan kepada wartawan di Manila pada hari Rabu bahwa ia berencana mengangkat konflik di Ukraina dengan Lavrov. Ia mengatakan bahwa AS tetap terbuka untuk memainkan peran dalam mengakhiri konflik, jika kesempatan itu ada.
Ia mengakui upaya tersebut agak menurun selama beberapa bulan terakhir tetapi mengatakan pertemuan itu akan mengeksplorasi apakah ada kesempatan untuk melanjutkan pembicaraan.
Baca Juga: Akhiri Konflik di Tubuh Militer, Ukraina Rombak Petinggi Militer untuk Melawan Rusia
"Kita harus memiliki hubungan dengan pemerintah Rusia, meskipun kita memiliki area perbedaan pendapat," kata Rubio seperti dikutip dari The Associated Press.
Lavrov yang berbicara kepada wartawan di pertemuan ASEAN, mengatakan bahwa ia akan menanyakan kepada Rubio tentang pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang memprediksi bahwa penyelesaian sudah dekat.
“Saya akan menanyakan hal itu kepada Marco Rubio besok,” kata Lavrov.
Harapan untuk diskusi ulang tentang mengakhiri perang muncul ketika Ukraina telah membuat kemajuan signifikan tahun ini. Namun keretakan yang terjadi di antara pimpinan militer Ukraina mengancam untuk menggagalkan upaya tersebut. Namun kini Presiden Volodymyr Zelenskyy telah melakukan perombakan besar-besaran di tubuh militer Ukraina.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Associated Press
- marco rubio
- pertemuan menlu ASEAN
- perang rusia ukraina
- Sergey Lavrov






Komentar (0)