Seribuan Warga Unjuk Rasa Tutup Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo, Lalu Lintas Macet Dua Arah

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Seribuan warga menggelar aksi unjuk rasa dengan menutup total Jalan Raya Pantura Pasuruan-Probolinggo di kawasan Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Kamis (23/7/2026) siang. Penutupan jalan mengakibatkan kemacetan panjang dua arah.

Yulianto, Pengawas Angkutan dan Terminal UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (P3 LLAJ) Dinas Perhubungan Jawa Timur melaporkan antrean kendaraan dari arah Probolinggo mengular hingga mendekati perbatasan Kecamatan Nguling sekitar pukul 11.37 WIB.

“Saya saat ini berada di Probolinggo. Antrean dari depan Kolatmar ekornya sampai ke arah timur mendekati batas Nguling. Sampai sekarang jalur belum terbuka sama sekali,” katanya kepada Radio Suara Surabaya.

Ia mengatakan penutupan dilakukan warga di depan gerbang Kolatmar sehingga arus lalu lintas dari kedua arah tidak dapat melintas.

“Saya mengarah ke Pasuruan menuju Surabaya. Sudah berhenti sekitar 30 menit. Dari arah Surabaya ke timur juga masih kosong karena kemungkinan kendaraan sudah tertahan dari belakang,” ujarnya.

Yulianto mengimbau pengendara dari arah Surabaya yang akan menuju Probolinggo maupun Jember agar menggunakan Jalan Tol Trans Jawa untuk menghindari kepadatan di jalur Pantura.

Sementara itu, Aiptu Hadi Hariyanto, anggota Unit Turjawali Polres Pasuruan Kota, mengatakan pihak kepolisian sebelumnya telah merencanakan pengalihan arus mulai pukul 11.00 WIB di Simpang Tiga Alas Tlogo menuju Exit Tol Grati. Namun, rencana tersebut berubah setelah warga lebih dulu menutup total jalan.

“Unjuk rasa dipicu ketidakpuasan warga terkait adanya latihan di kawasan Alas Tlogo. Berdasarkan informasi dari warga, ada dugaan peluru nyasar sehingga masyarakat menutup total arus lalu lintas,” katanya.

Menurutnya, aksi dilakukan warga dari desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Lekok. Akibat penutupan jalan, kemacetan dari arah Probolinggo menuju Surabaya mencapai sekitar 3 kilometer, sedangkan dari arah Surabaya menuju Probolinggo sekitar 2 kilometer.

“Kendaraan dari arah barat kami arahkan berbelok menuju Exit Tol Grati,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan jumlah massa diperkirakan mencapai sekitar seribu orang. Warga menuntut Bupati Pasuruan hadir menemui mereka. Proses mediasi antara perwakilan massa dan pemerintah daerah juga belum dilakukan. (lta/ipg)

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sambangi IT Kertapati, Komut Pertamina Menyusuri Simpul Logistik Energi Sumbagsel
• 18 jam lalu
0
thumb
Lokasi Klinik Hewan Keliling DKI Jakarta Kamis 23 Juli 2026
• 11 jam lalu
0
thumb
15 Sekolah Rakyat Permanen di Jawa Timur Siap Gelar MPLS Mulai 31 Juli
• 1 jam lalu
0
thumb
Hutan Spanyol Jadi Gundul Dilalap Kebakaran Terbesar
• 12 jam lalu
0
thumb
Alfamart Dukung Cegah Stunting lewat Program Satu Telur Sehari & Edukasi Gizi
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.