Pasuruan (beritajatim.com) – Penyidikan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa siswa SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terus bergulir dan memasuki babak baru. Pihak kepolisian dari Polsek Pandaan bergerak cepat dengan memanggil dan meminta keterangan langsung dari penanggung jawab dapur penyedia makanan tersebut.
Pemeriksaan intensif ini menyasar Kepala SPPG Sumbergedang beserta jajarannya untuk mendalami penyebab pasti terjadinya insiden yang sempat memicu keresahan tersebut. Langkah penegakan hukum ini dilakukan guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam proses pengolahan hingga pendistribusian makanan ke sekolah.
“Pihak kami telah menginterogasi tiga orang dari SPPG Sumbergedang yang di antaranya merupakan juru masak dapur tersebut. Namun, kami masih belum bisa merinci lebih lanjut terkait materi interogasi yang dilakukan oleh tim penyidik,” ujar Kapolsek Pandaan, Kompol Slamet Prayitno, Kamis (23/7/2026).
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Satuan Tugas Badan Gizi Nasional (Satgas BGN) terus memantau perkembangan kesehatan para pelajar yang terdampak. Koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan pascakejadian secara optimal.
“Pihak kami melalui Satgas BGN dan Dinas Kesehatan sudah memastikan bahwa kondisi seluruh siswa yang sempat mengalami gejala keracunan saat ini sudah sehat semuanya. Untuk hasil labnya masih belum tahu,” kata Ketua Satgas BGN Kabupaten Pasuruan sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Tri Yudha Widya Sasongko.
Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG dari SMAN 1 Pandaan menjadi kunci utama untuk mengetahui zat atau bakteri yang diduga memicu keracunan massal. Tim medis dari Dinas Kesehatan setempat saat ini masih menunggu hasil pengujian resmi dari laboratorium rujukan.
“Mengenai opsi suspensi atau penghentian sementara operasional SPPG Sumbergedang yang bermasalah, hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan dari pihak BGN pusat,” tegas Yudha.
Yudha juga mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali seperti yang dialami siswa SMAN 1 Pandaan. Diketahui sebelumnya ada 14 siswa yang mengalami dugaan keracunan dengan gejala muntah dan gatal-gatal.
Sampai berita ini diturunkan, seluruh siswa yang mengalami dugaan keracunan telah dinyatakan sehat. Namun, siswa kelas 10 diliburkan sementara oleh pihak sekolah hingga waktu yang belum ditentukan. (ada/kun)





Komentar (0)