JAKARTA, KOMPAS.com- Setelah mundur dari tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Hotman Paris akan bertolak ke Singapura.
Dia harus melanjutkan perawatan sakit saraf kejepit karena kondisinya mulai memburuk lagi sejak empat hari yang lalu.
“Besok subuh saya akan terbang ke Singapura. Itu yang pertama. Jadi dokter sana sudah marah-marah kenapa kerja gitu lho,” kata dia saat ditemuk di Rumah Sakit Medistra, Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus: Dokter Marah-marah Kenapa Kerja?
Ia merasakan sakit di punggungnya sejak Mei 2026.
Untuk meredakan rasa sakit, dia sempat menjalani terapi akupuntur di rumah pijit Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan rumah sakit di Jakarta Selatan.
Namun, sakitnya makin menjadi-jadi. Dia pun harus menghadapi ketakutannya dengan ruang operasi dan jarum suntik.
Pada 9 Juli 2026, dua hari sebelum Febrie ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dan pencucian uang PT Asabri, ia dioperasi.
Tak lama setelah operasi, Hotman langsung keluar dari rumah sakit. Padahal, harusnya dia beristirahat selama dua pekan penuh di rumah sakit.
“Dan akhirnya dioperasi dibius total, dua malam opname. Harusnya empat malam opname, tapi seperti biasa aku raja bandel, baru dua malam aku kabur ke Hilton Hotel di Singapura. Padahal dokter-dokternya marah, enggak boleh,” tutur dia.
Pada 17 Juli 2026, Hotman muncul di Kejaksaan Agung untuk mendampingi Febrie dalam pemeriksaan sebagai tersangka.
Baca juga: Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Kemudian, pada19 Juli 2026, Hotman mulai merasa kesakitan lagi. Dia pun meminta obat penghilang sakit ke dokter di Rumah Sakit Medistra.
Baru di Selasa (21/7/2026) lalu Hotman memutuskan mundur dari pengacara Febrie karena ingin melanjutkan pengobatan maksimal.
Febrie sempat minta Hotman menunda keputusan itu. Namun, Hotman bilang, kondisinya tak memungkinkan untuk penundaan pengobatan.
“Tapi kalau begini gua enggak bisa lagi karena dokter Singapura pun sudah marah-marah gitu loh, 'Why you work?' gitu loh,” ujar dia.
Penanganan kasus Febrie akan tetap dilanjutkan tim pengacara Massagus Farizi.
“Kan ada pengacaranya Pak Farizi, ada. Itu pensiunan jaksa senior itu. Tapi memang dulu pernah kerja sama gue juga, pernah anak buah saya. Dan ada tim lain,” ungkap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)