Sebatik (ANTARA) - Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), melibatkan anak-anak dalam proses perencanaan pembangunan melalui pembentukan Forum Anak sebagai wadah penyampaian aspirasi, sekaligus upaya memenuhi hak anak di wilayah tersebut.
Camat Sebatik Tengah Aris Nur mengatakan Forum Anak dihadirkan agar suara anak-anak dapat menjadi bagian dari setiap pembahasan pembangunan,
“Setiap kegiatan musyawarah rencana pembangunan, anak-anak kami hadirkan untuk menyampaikan apa yang menjadi keinginan mereka,” kata Aris di Sebatik, Kamis.
Melalui forum tersebut, lanjutnya, anak-anak dapat menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, antara lain kesulitan memperoleh dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), maupun kartu tanda penduduk bagi yang telah memenuhi syarat.
Pihaknya kemudian berperan sebagai penghubung dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nunukan agar pelayanan administrasi kependudukan lebih mudah diakses masyarakat, mengingat kondisi geografis Sebatik yang merupakan wilayah kepulauan.
Baca juga: Korps Marinir di Sebatik peringati hari anak lewat mengajar di sekolah
“Banyak masyarakat yang tidak memiliki kesempatan, waktu, bahkan biaya, untuk mengurus administrasi ke Nunukan. Tugas kami memastikan setiap anak dan masyarakat memperoleh haknya sebagai warga negara,” ujarnya.
Pihaknya juga menerapkan pelayanan jemput bola, termasuk pendataan dan perekaman dokumen kependudukan bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Program tersebut dilakukan secara berkala dengan meminjam peralatan perekaman dari Disdukcapil ketika diperlukan.
Selain memperkuat pemenuhan hak sipil anak, Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah juga menjalankan program pengasuhan pada era digital melalui Program Pemantauan Aktivitas Dunia Digital Anak.
Program tersebut bertujuan meningkatkan peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak saat menggunakan perangkat digital dan media internet.
Baca juga: Perekaman KIA jadi kado anak-anak di Sebatik pada Hari Anak Nasional
Menurut Aris, penguatan perlindungan dan pemenuhan hak anak menjadi bagian dari upaya mewujudkan wilayah ramah perempuan dan peduli anak.
“Target utamanya adalah pemenuhan hak anak. Kami ingin memastikan anak-anak terlibat dalam semua aspek pembangunan, sehingga aspirasi mereka ikut didengarkan,” katanya.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan juara pertama tingkat Provinsi Kaltara pada kategori Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak melalui program pengasuhan anak dan remaja di era digital.
Ke depan Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah berencana membagikan praktik baik tersebut kepada wilayah-wilayah lain agar pelibatan anak dalam pembangunan serta perlindungan hak anak dapat diterapkan lebih luas.
“Itu yang kami mau tularkan ke wilayah lain yang ada di Sebatik,” kata Aris Nur.
Baca juga: Tiga pagi di Sebatik
Camat Sebatik Tengah Aris Nur mengatakan Forum Anak dihadirkan agar suara anak-anak dapat menjadi bagian dari setiap pembahasan pembangunan,
“Setiap kegiatan musyawarah rencana pembangunan, anak-anak kami hadirkan untuk menyampaikan apa yang menjadi keinginan mereka,” kata Aris di Sebatik, Kamis.
Melalui forum tersebut, lanjutnya, anak-anak dapat menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, antara lain kesulitan memperoleh dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), maupun kartu tanda penduduk bagi yang telah memenuhi syarat.
Pihaknya kemudian berperan sebagai penghubung dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nunukan agar pelayanan administrasi kependudukan lebih mudah diakses masyarakat, mengingat kondisi geografis Sebatik yang merupakan wilayah kepulauan.
Baca juga: Korps Marinir di Sebatik peringati hari anak lewat mengajar di sekolah
“Banyak masyarakat yang tidak memiliki kesempatan, waktu, bahkan biaya, untuk mengurus administrasi ke Nunukan. Tugas kami memastikan setiap anak dan masyarakat memperoleh haknya sebagai warga negara,” ujarnya.
Pihaknya juga menerapkan pelayanan jemput bola, termasuk pendataan dan perekaman dokumen kependudukan bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Program tersebut dilakukan secara berkala dengan meminjam peralatan perekaman dari Disdukcapil ketika diperlukan.
Selain memperkuat pemenuhan hak sipil anak, Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah juga menjalankan program pengasuhan pada era digital melalui Program Pemantauan Aktivitas Dunia Digital Anak.
Program tersebut bertujuan meningkatkan peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak saat menggunakan perangkat digital dan media internet.
Baca juga: Perekaman KIA jadi kado anak-anak di Sebatik pada Hari Anak Nasional
Menurut Aris, penguatan perlindungan dan pemenuhan hak anak menjadi bagian dari upaya mewujudkan wilayah ramah perempuan dan peduli anak.
“Target utamanya adalah pemenuhan hak anak. Kami ingin memastikan anak-anak terlibat dalam semua aspek pembangunan, sehingga aspirasi mereka ikut didengarkan,” katanya.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan juara pertama tingkat Provinsi Kaltara pada kategori Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak melalui program pengasuhan anak dan remaja di era digital.
Ke depan Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah berencana membagikan praktik baik tersebut kepada wilayah-wilayah lain agar pelibatan anak dalam pembangunan serta perlindungan hak anak dapat diterapkan lebih luas.
“Itu yang kami mau tularkan ke wilayah lain yang ada di Sebatik,” kata Aris Nur.
Baca juga: Tiga pagi di Sebatik






Komentar (0)