JAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (23/7/2026) pagi. IHSG naik 12,14 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.346,62, mengekor pergerakan positif bursa saham kawasan Asia.
Penguatan IHSG juga diikuti kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang naik 0,81 poin atau 0,13 persen ke posisi 633,36.
Laju positif pasar modal domestik ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen.
BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility di level 4,75 persen dan Lending Facility di level 6,50 persen.
Alih-alih menaikkan suku bunga, BI memilih memperkuat insentif investasi portofolio asing yang dinilai lebih efektif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tanpa meningkatkan biaya pendanaan domestik di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: IHSG Menguat 0,41 Persen, Pasar Wait and See Keputusan BI-Rate Hari Ini
Kendati IHSG dibuka menguat, pelaku pasar masih menghadapi sejumlah risiko eksternal.
Investor secara global cenderung berhati-hati mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar, prospek belanja modal (capex) kecerdasan buatan (AI), serta kembali memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
IHSG Berpeluang Uji Resistance 6.377Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, memaparkan analisis teknikal terkait pergerakan IHSG untuk perdagangan hari ini.
Menurutnya, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas area support.
"Selama IHSG mampu bertahan di atas area support 6.284-6.260, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka untuk kembali menguji resistance 6.377," ujar Liza dalam kajiannya, Kamis, dikutip dari Antara.
Liza menambahkan, jika IHSG mampu breakout dan bertahan konsisten di atas level resistance tersebut, arah penguatan indeks berpotensi berlanjut menuju rentang 6.398 hingga 6.459.
Baca Juga: IHSG Menguat ke Level 6.273, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga BI
Namun, apabila IHSG kembali gagal menembus level resistance 6.377, indeks berpotensi mengalami koreksi atau pullback sehat dengan area support terdekat berada di 6.284–6.260, dan support selanjutnya di level 6.231.
BI Tahan BI-Rate di 5,75 PersenDari dalam negeri, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia menjadi sentimen utama yang direspons pasar.
Bank sentral memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen, Deposit Facility di level 4,75 persen, dan Lending Facility di level 6,50 persen.
Alih-alih menaikkan suku bunga acuan, BI memilih memperkuat insentif investasi portofolio asing yang dinilai lebih efektif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menghindari kenaikan biaya pendanaan (cost of fund) domestik di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Fokus pelaku pasar kini beralih pada efektivitas kebijakan tersebut dalam menarik arus modal masuk (capital inflow) sekaligus menjaga stabilitas rupiah.
Untuk mendukung upaya tersebut, Bank Indonesia memperluas rangkaian insentif moneter demi meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing.
Baca Juga: IHSG Menguat tapi Rupiah Melemah ke Rp17.977 per Dolar AS di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV/Antara
- IHSG
- BI Rate
- suku bunga BI
- Bank Indonesia
- saham AI
- konflik AS Iran






Komentar (0)