Atap dua ruangan di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, ambrol sejak awal tahun. Proses belajar mengajar dipindah ke musala demi keselamatan siswa.
"(Sampai ambrol karena penyangga atap) Dimakan rayap itu, nek dirungokke iki 'krekes krekes krekes' suarane ngoten," ujar Kepala SD Negeri Tanggirejo, Juwariyah, saat dihubungi detikJateng, Selasa (14/7/2026).
Juwariyah mengatakan ruangan pertama yang atapnya ambrol adalah ruang guru dan kepala sekolah. Peristiwa itu terjadi pada Januari lalu.
"Alhamdulillahnya itu (kejadian) malam hari, paling selatan ruang guru itu (ambrol) Januari tahun ini. Sudah tidak bisa digunakan," ujar Juwariyah.
Sementara ruangan kedua yang mengalami nasib serupa yakni ruang kelas enam. Menurut Juwariyah, atap ruang kelas itu ambrol pada April lalu.
"Ruang kelas VI, barusan kok (ambrolnya), sekitar bulan April," ucap Juwariyah.
Akibat peristiwa ini, Juwariyah terpaksa memindahkan aktivitas belajar mengajar siswa ke musala. Sementara guru dan kepala sekolah berkantor di ruangan perpustakaan.
"Kelas VI-nya tak sendirikan, kelas V-nya tak taruh di musala. Terus ruang gurunya tak tempatkan nggone perpustakaan," tutur Juwariyah.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Purnyomo, mengatakan pihaknya telah menerima informasi awal terkait kondisi SD Tanggirejo. Rencananya pihaknya akan meninjau ke lokasi besok.
"Korwil kemarin sudah mendatangi sekolah untuk cek keadaan bangunan tersebut, kemudian menyampaikan informasi perihal kondisi sekolah ke dinas melalui Kabid Pembinaan SD," kata Purnyomo melalui pesan WhatsApp kepada detikJateng.
"Agar informasi lebih lengkap dan valid, besok Kabid Pembinaan SD akan melakukan cek lapangan secara langsung ke SDN Tanggirejo," tambahnya.
(idh/dhn)






Komentar (0)