Christopher Nolan Ambisius Soal Realisme, Tapi Rute Odysseus Masih Misteri

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bulan Juli ini para penggemar film disuguhkan kembali dengan hasil mahakarya Christopher Nolan berjudul Odyssey. Lengkap dengan lokasi syuting di enam negara, ambisi realisme yang menjadi ciri khas sang sutradara, dan wajah-wajah familiar seperti Matt Damon, Tom Holland, Zendaya, Christopher Nolan berhasil membawa salah satu sastra tertua dari zaman yunani kuno ke layar lebar abad ke 21.

Sastra kuno tersebut merupakan salah satu dari dua epik utama sastra Yunani Kuno yang dikaitkan dengan Homer bernama The Odyssey.

Tokoh utama dalam film tersebut adalah karakter bernama Odysseus yang diperankan oleh Mat Damon. Film yang kurang lebih berdurasi tiga jam tersebut mengisahkan perjalanan pulang tokoh tersebut setelah memenangkan Perang Troy.

Dalam perjalanannya, Odysseus harus melewati rentetan cobaan yang menguji akal dan keteguhannya. Godaan suara para siren, tipu daya penyihir Circe, hingga campur tangan para dewa Olympus terus menerus menguji Odysseus dan para awak kapalnya. Setelah berbagai tantangan dan cobaan yang diberikan oleh para dewa, odyssey pada akhirnya bisa kembali ke Ithaca dan bertemu kembali dengan istrinya penelope dan anaknya Telemachus.

Meskipun kisah terdengar seperti fiksi, tetapi kisah ini justru melahirkan salah satu perdebatan paling panjang dalam sejarah sastra dan arkeologi Barat, yakni apakah lokasi-lokasi yang dikunjungi oleh Odysseus itu nyata? dan jika lokasi tersebut nyata, tempat apa saja yang ia kunjungi selama 10 tahun perjalanannya? Hingga kini, para ahli geografi, arkeolog, dan pakar sastra klasik masih terus mengkaji The Odyssey bukan hanya sebagai karya sastra atau mitologi, tetapi juga sebagai jejak cara manusia purba memahami dan memetakan ruang geografis di sekitarnya, bahkan beberapa peneliti modern memanfaatkan teknologi sistem informasi geografis (GIS) untuk mencoba merekonstruksi kemungkinan rute pelayarannya.

Teori pertama merupakan teori yang dicetuskan oleh Ernle Bradford, seorang sejarawan Inggris sekaligus mantan perwira Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang punya obsesi khusus terhadap Laut Mediterania. Setelah menghabiskan masa perang menyusuri perairan itu dengan kapal perusak, Bradford justru memilih menetap di Malta dan membeli kapal layar pribadinya sendiri untuk menyusuri rute Odysseus, ia mempercayai bahwa Homer sebenarnya mendapat deskripsi akurat tentang tempat, cuaca, jarak, dan arah pelayaran langsung dari para pelaut yang ia temui, lalu menuliskannya dengan setia ke dalam Odyssey.

Dalam bukunya, Ulysses Found (1963), berbekal kapal kecilnya sendiri, Bradford menyusuri jejak dari Troy, memperhitungkan arah angin yang mungkin dihadapi Odysseus, lalu mencocokkan tanjung, pulau, gua, dan pelabuhan dengan deskripsi pendaratan Odysseus dalam puisi Homer.

Berdasarkan penelusuran Bradford dengan kapal layarnya sendiri, ia mengajukan sejumlah lokasi konkret untuk episode-episode kunci dalam Odyssey. Negeri Pemakan Teratai atau Lotus-Eaters, misalnya, ia identifikasi sebagai Pulau Djerba di Tunisia, sementara Gua Cyclops tempat Polyphemus tinggal ia yakini berada di Pulau Favignana, lepas pantai barat Sisilia.

Pulau Aeolus, sang dewa angin, menurut Bradford terletak di Pulau Ustica, sebelah utara Sisilia, sedangkan negeri para raksasa pemakan manusia Laestrygonia ia tempatkan di Teluk Bonifacio, Korsika. Pulau Circe sendiri ia identifikasi sebagai Monte Circeo, sebuah tanjung berbukit di pesisir barat Italia

Teori kedua justru datang dari arah yang lebih tak terduga: bukan Mediterania, bukan pula perairan Eropa selatan, melainkan Laut Baltik yang dingin dan berkabut. Teori ini dicetuskan oleh Felice Vinci, seorang insinyur nuklir asal Italia yang menekuni sejarah Homer sebagai hobi. Dalam bukunya, Omero nel Baltico (1995) yang kemudian diterjemahkan sebagai The Baltic Origins of Homer's Epic Tales, Vinci terinspirasi oleh catatan Plutarch yang menyebut Pulau Calypso hanya berjarak lima hari berlayar dari Britania, lalu meyakini bahwa kisah epik Homer sebenarnya berasal bukan dari Mediterania, melainkan dari Laut Baltik di utara Eropa.

Ia berargumen bahwa banyak tempat dalam Odyssey, seperti Troy dan Ithaca, sebenarnya masih bisa dikenali dalam lanskap geografis Baltik. Vinci menunjuk pada cuaca dingin, berkabut, dan bersalju yang berulang kali muncul dalam puisi Homer sebagai bukti sebuah gambaran yang menurutnya jauh lebih mirip musim panas di Skandinavia ketimbang teriknya matahari Aegea.

Teori ketiga membawa Odysseus melintasi jarak yang jauh lebih ekstrem: menyeberangi Samudra Atlantik hingga ke benua Amerika. Adalah Henriette Mertz, sejarawan asal Chicago, yang pertama kali mengajukan gagasan ini dalam bukunya The Wine Dark Sea: Homer's Heroic Epic of the North Atlantic (1964). Mertz mempertanyakan teori dominan bahwa Odysseus mengembara di Laut Mediterania selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diizinkan para dewa untuk kembali ke Ithaca, dan berdasarkan riset serta penjelajahannya di Amerika Utara, ia mengusulkan bahwa Odysseus sebenarnya mencapai pesisir Amerika Utara dengan bantuan arus laut.

Ia mempelajari kecepatan arus laut dan mencocokkannya dengan durasi waktu tempuh Odysseus dari satu tempat ke tempat lain, lalu memetakan lokasi-lokasi seperti Pulau para Sirene hingga rute pulang Odysseus ke Ithaca semua ia klaim bisa ditemukan di garis pantai Amerika, bukan di Mediterania.

Tiga teori, tiga peta berbeda dan menariknya, tiap peneliti seolah "menemukan" Odysseus di wilayah yang paling akrab baginya sendiri: Bradford si pelaut menaruhnya di Mediterania, Vinci membawanya ke Baltik yang dingin, Mertz menyeberangkannya ke Amerika.

Ini mengingatkan kita bahwa Odyssey memang lahir dari tradisi lisan berabad-abad, jauh sebelum geografinya dibekukan jadi satu peta pasti sehingga setiap generasi, termasuk Nolan lewat lensa kameranya, akan terus menemukan rute barunya sendiri.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan Koperasi dan Musala SDN Cindogo 1 Bondowoso
• 10 jam lalu
0
thumb
Transformasi Danantara Perkuat Kinerja Bisnis InJourney Airports
• 2 jam lalu
0
thumb
Didukung BI Sulsel, OSP Farm Ekspor 10,2 Ton Kemiri ke Arab Saudi
• 59 menit lalu
0
thumb
3 Ide Self-Reward Seru Biar Rutinitas Enggak Monoton
• 2 jam lalu
0
thumb
Tiga Mantan Pejabat Kejati Sumut Resmi Mengemban Jabatan Strategis di Kejaksaan Agung RI
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.