Pantau - Pemerintah Provinsi Banten mengawal penanganan kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Serang bernama Atilah yang tertahan di Arab Saudi setelah permohonan bantuannya viral melalui unggahan video.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pemerintah daerah langsung merespons laporan tersebut dengan menggelar rapat koordinasi darurat bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten.
Ia mengatakan, "Kami merespons cepat aduan berupa video viral yang berisi permohonan bantuan dari seorang PMI asal Kota Serang, Ibu Atilah, yang tertahan dan tidak dapat pulang dari Arab Saudi."
Pemprov Berkoordinasi dengan KBRIAndra mengatakan BP3MI dan Pemerintah Provinsi Banten segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) agar persoalan yang dihadapi Atilah dapat segera ditindaklanjuti.
Ia mengatakan, "BP3MI dan Pemprov Banten segera berkoordinasi dengan KBRI agar persoalan yang dihadapi Ibu Atilah bisa segera ditindaklanjuti. Ini menjadi perhatian kita bersama karena ada warga Banten yang sedang menghadapi masalah di luar negeri."
Pemerintah daerah juga memastikan lokasi Atilah serta menjalin komunikasi awal melalui aplikasi WhatsApp sebagai langkah awal pendampingan.
BP3MI Verifikasi Lokasi AtilahKepala BP3MI Banten Wirawan Negara Harahap menegaskan pihaknya berkomitmen mengawal pengaduan tersebut hingga tuntas.
Ia mengatakan, "Kami akan terus mengawal proses ini dan menyampaikan setiap perkembangan kepada Pak Gubernur."
BP3MI juga telah mengirimkan tim untuk mendatangi keluarga Atilah di Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Berdasarkan komunikasi terakhir, Atilah diduga berada di kawasan perbatasan Arab Saudi dan Kuwait sehingga BP3MI masih melakukan verifikasi lokasi sebelum berkoordinasi lebih lanjut dengan KBRI dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.





Komentar (0)