Belakangan ini istilah survival mode semakin sering muncul di media sosial. Banyak orang menganggap bahwa setiap kali merasa lelah, cemas, atau kewalahan, berarti mereka sedang berada dalam survival mode. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Survival mode yang sebenarnya adalah kondisi ketika sistem tubuh terus-menerus merasa berada dalam bahaya, bahkan ketika situasi sebenarnya sudah aman. Akibatnya, otak lebih fokus bertahan hidup daripada berpikir jernih, mengelola emosi, atau menikmati kehidupan. Mengutip dari Ineffable Living, berikut tanda-tandanya
1. Selalu Merasa Waspada Meski Tidak Ada AncamanJika pikiran terus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, bahkan saat keadaan sebenarnya aman, bisa jadi tubuhmu masih berada dalam mode bertahan hidup/ Foto: Freepik.com/Freepik
Salah satu tanda paling jelas adalah rasa waspada yang tidak pernah benar-benar hilang. Kamu mungkin selalu merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Sulit merasa tenang, mudah curiga, atau terus memikirkan kemungkinan terburuk meskipun keadaan sebenarnya baik-baik saja.
Misalnya, setelah menerima pesan singkat dari atasan, pikiran langsung dipenuhi berbagai skenario negatif. Atau ketika pasangan belum membalas chat selama beberapa jam, kamu langsung membayangkan hal-hal yang mengkhawatirkan. Kondisi ini berbeda dengan rasa cemas sesekali. Pada survival mode, kewaspadaan terasa terus aktif sepanjang waktu.






Komentar (0)