Wamensos Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sarpras Sekolah Rakyat

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, DISWAY.ID - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya pengelolaan sarana prasarana (Sarpras) Sekolah Rakyat. 

Dia menyebut, pengelolaan seluruh fasilitas yang merupakan barang milik negara (BMN) tersebut menjadi salah satu aspek keberhasilan penyelenggaraan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh kualitas proses pembelajaran ataupun kompetensi tenaga pendidik, tetapi juga sangat ditentukan oleh sejauh mana negara mampu menyediakan sarana prasarana. Peralatan pendidikan, fasilitas kesehatan, perlengkapan dapur dan berbagai aset lainnya yang mendukung proses pendidikan," katanya.

BACA JUGA:Istana Buka Suara! Nanik Deyang Tolak Cuti, Pilih Lepas Jabatan Kepala BGN

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Tata Kelola BMN dan Barang Persediaan Program Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini digelar selama dua hari hingga 23 Juli 2026.

Agus Jabo menambahkan, Presiden tak hanya menggagas program Sekolah Rakyat tapi juga memberikan dukungan nyata terhadap penganggaran, sistem, hingga pengadaan barang dan jasa.

"Dan saya pikir, pak presiden sudah mempersiapkan dan sudah terbukti kemudian sarana prasarana yang disediakan untuk mendukung proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat itu sangat luar biasa," sambungnya.

Adapun sarana prasarana di Sekolah Rakyat antara lain, tempat tidur, meja belajar, komputer, laptop, peralatan laboratorium, perlengkapan dapur, kendaraan operasional, hingga fasilitas pendukung strategis lainnya.

BACA JUGA:Donny Ermawan: Anggaran Universitas Republik Indonesia Masih Disusun, Pendanaan URI Sepenuhnya dari APBN

Agus Jabo mengatakan, seluruh fasilitas tersebut merupakan barang milik negara. Barang milik negara artinya barang milik rakyat yang diperoleh melalui APBN. 

Oleh karena itu, jelas dia, pengelolaan BMN bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bentuk pertanggungjawaban Kemensos sebagai penyelenggara Sekolah Rakyat kepada negara dan publik.

"Apabila pengelolaan BMN dilakukan dengan baik, tentunya pelayanan kepada peserta didik akan menjadi baik. Sebaliknya, apabila pengelolaan BMN tidak tertib, maka kualitas layanan pendidikan juga akan ikut berdampak," tegas dia.

Agus Jabo pun memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya penguatan Sistem Pengendalian Internal (SPI) dan Manajemen Risiko dalam pengelolaan BMN agar kedepannya bisa dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku. 

BACA JUGA:Surya Paloh Ingatkan Pentingnya Peran Anak Muda dalam Transformasi Partai

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mulai Ikhlas Lepas Kepergian Temon Templar, Abdel Akui Sudah Bisa Tertawa Ingat Kenangan Bersama Mendiang
• 19 jam lalu
0
thumb
Prabowo Teken Keppres, Kuntadi Jabat Jampidsus dan Asep Nana Wakil Jaksa Agung
• 19 jam lalu
0
thumb
Sudaryono Bicara Jadi Kepala BGN: Harus Kita Perbaiki, Doakan Saya Amanah
• 19 jam lalu
0
thumb
Sudaryono Tiba di Istana Jelang Dilantik Jadi Kepala BGN
• 18 jam lalu
0
thumb
Musim Kemarau Picu Lonjakan Pneumonia di Jombang, RSUD Rawat 617 Pasien, 52 Meninggal Dunia
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.