TANGERANG, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan anggota TNI Angkatan Darat (AD) berinisial Prada ABS di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menyita perhatian publik.
Prajurit yang berdinas di Yon TP 804 Cenderawasih, Papua, itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di pinggir Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Minggu (19/7/2026).
Awalnya, warga yang melintas mengira korban hanya sedang tertidur.
Namun, penyelidikan polisi kemudian mengungkap bahwa ABS diduga menjadi korban pengeroyokan yang disertai penusukan setelah terlibat perselisihan di sebuah tempat makan.
Baca juga: Tersangka Kasus Pembunuhan Anggota TNI di Tangerang Bertambah Jadi 7 Orang
Sejauh ini, polisi telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.
Korban juga diketahui mengalami 10 luka tusuk di tubuhnya.
Ditemukan di Pinggir Jalan
Penemuan jasad ABS bermula saat seorang warga bernama Ayu (bukan nama sebenarnya) melintas di Jalan Raya Pondok Hijau Golf pada Minggu pagi.
Dari kejauhan, tubuh korban yang tergeletak di pinggir jalan tampak seperti seseorang yang sedang beristirahat sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
"Pas lagi jalan, saya lihat kayak ada orang tidur. Saya bilang, 'Ayo pulang balik'," ujar Ayu saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7/2026).
Namun, saat hendak kembali melihat kondisi pria tersebut, seorang petugas taman memberi tahu bahwa korban sudah meninggal dunia.
"Yang tukang taman bilang, 'Ini sudah enggak ada'," kata dia.
Baca juga: Kronologi Pembunuhan Anggota TNI di Tangerang, Awalnya Cekcok di Tempat Makan
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, identitas korban diketahui setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak TNI.
"Didapatkan satu jenazah pria berinisial ABS dengan pekerjaan TNI Angkatan Darat, satuan Yon TP 804 Cenderawasih Papua. Saat ditemukan, almarhum sudah tidak bernyawa dengan luka tusukan," ujar Wira.
Diduga Berawal dari Perselisihan
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa pembunuhan terhadap ABS diduga dipicu perselisihan di sebuah tempat makan pada Sabtu (18/7/2026).
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan, perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi pengeroyokan yang disertai penusukan hingga menyebabkan korban meninggal.
Komentar (0)