Disney Pangkas Ratusan Karyawan, PHK Massal Ketiga Tahun Ini

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Walt Disney Company memberhentikan ratusan karyawan dalam putaran pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terbaru.

Disney Pangkas Ratusan Karyawan, PHK Massal Ketiga Tahun Ini.

IDXChannel - Walt Disney Company memberhentikan ratusan karyawan dalam putaran pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terbaru.

Dilansir dari Xinhua pada Rabu (22/7/2026), raksasa hiburan asal Amerika Serikat (AS) ini terus merampingkan organisasinya guna menghemat pengeluaran.

Baca Juga:
Sebanyak 32.389 Buruh Kena PHK hingga Juni 2026, Paling Banyak di Provinsi Ini

Seorang juru bicara Disney mengonfirmasi PHK massal tersebut. Dia mengatakan bahwa perusahaan memangkas beberapa ratus pekerja di berbagai unit mulai dari Disney Entertainment Television, ESPN, dan studio-studio film milik Disney. 

Pada tahun fiskal, perusahaan memiliki sekitar 231.000 karyawan di seluruh dunia, termasuk sekitar 172.000 di AS.

Baca Juga:
Menaker Sebut Satgas PHK Masih Aktif Pantau Perusahaan yang Rumahkan Karyawan

Pixar, studio film animasi yang berada di balik sejumlah judul populer seperti Toy Story dan Inside Out, merupakan salah satu yang paling terdampak dalam putaran PHK massal kali ini.

Menurut Los Angeles Times, hampir 10 persen dari sekitar 1.100 karyawan Pixar diberhentikan.

Baca Juga:
Samsung PHK Ratusan Karyawan Imbas Pemindahan Kantor Pusat di AS

Pengurangan karyawan ini terjadi bahkan ketika Pixar mengalami peningkatan pendapatan box office tahun ini. Toy Story 5 yang dirilis bulan lalu menghasilkan lebih dari USD957 juta di seluruh dunia.

National Geographic adalah merek yang paling terdampak di Disney Entertainment Television. Situs berita online Deadline melaporkan bahwa hingga 100 pekerja dipangkas di seluruh grup televis.

Di ESPN, PHK sebagian besar terkait dengan integrasi aset NFL Network oleh jaringan olahraga tersebut. 

Pemangkasan ini adalah putaran PHK massal ketiga Disney tahun ini.  Pada Januari, Disney merombak divisi pemasaran. Pada April, perusahaan menghilangkan sekitar 1.000 posisi di seluruh studio, jaringan televisi, ESPN, kelompok produk dan teknologi, serta departemen korporatnya. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lima Platform Memberikan Akses bagi Investor Indonesia untuk Berinvestasi di Saham Amerika Serikat
• 6 jam lalu
0
thumb
Eksepsi Dikabulkan, Mengapa Jaksa Masih Bisa Tuntut Dokter Tifa Lagi di Kasus Ijazah Jokowi?
• 3 jam lalu
0
thumb
Pesan Menyentuh Sule, Nathalie Holscher Resmi Menikah Lagi
• 23 jam lalu
0
thumb
Prabowo Minta Nanik Jadi Dewan Pengawas BGN
• 3 jam lalu
0
thumb
Satpam di Medan Rampas Hp Nenek Berkursi Roda, Uangnya buat Beli Narkoba-Judi
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.