Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjelaskan alasan di balik wacana pelibatan TNI dan Polri dalam pelaksanaan program BGN, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, langkah tersebut bertujuan menekan biaya operasional sekaligus memastikan program berjalan efektif hingga ke daerah.
Dia menjelaskan kerja sama dengan aparat bukan hal baru karena sebelumnya juga diterapkan dalam sejumlah program pemerintah yang membutuhkan jangkauan distribusi hingga ke berbagai daerah.
Advertisement
"Saya cek (keterlibatan TNI-Polri). (Tapi) menurut saya, intinya itu kan adalah ini sama, sama seperti di pertanian yang saya hadapi selama ini ya. Melibatkan semua. Intinya asas tujuan," kata Sudaryono di Gedung BGN, Rabu (22/7/2026).
Mantan Wakil Menteri Pertanian itu mencontohkan pengalaman saat pemerintah mendistribusikan sekitar 70 ribu pompa air pada musim kemarau panjang. Kala itu, distribusi dilakukan melalui jaringan TNI dan Polri karena tidak tersedia anggaran khusus untuk biaya pengiriman.
"Lho, bagi pompa ini di musim paceklik kemarau ini, itu ada 70.000 pompa itu. Itu kalau kita bagi karena relokasi anggaran tahun 2024 nih khususnya, ya itu pengalaman kami dulu, itu kami bagi lewat TNI dan Polri. Karena apa? Karena enggak ada anggarannya. Jadi ongkos untuk membaginya enggak ada," ujarnya.
Sudaryono juga mengaku pernah mendapat pertanyaan dari kalangan mahasiswa terkait keterlibatan aparat keamanan dalam program pemerintah. Menurut dia, pelibatan berbagai pihak semata-mata untuk memastikan program dapat terlaksana secara optimal.
"Nah, kemarin ada yang nanya mahasiswa ke saya, 'Ya sudah kalau gitu tentaranya sama polisinya enggak usah bantu deh. Ya sudah nanti saya kerahkan mahasiswa enggak pakai gaji, mau enggak?' Enggak mau, kan?" ucapnya.
Ia menegaskan fokus utama BGN saat ini adalah memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran, sehingga anak-anak memperoleh makanan bergizi yang aman sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.





Komentar (0)