jpnn.com, JAKARTA - Posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7), menjadi sorotan publik karena tidak berada satu meja dengan Presiden Prabowo Subianto.
Pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai perbedaan posisi duduk tersebut memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik.
BACA JUGA: Kader Gerindra Mengeklaim Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Selalu Kompak
Meski begitu, Adi berharap hubungan Prabowo dan Gibran tetap harmonis dalam menjalankan pemerintahan.
"Harapannya tentu hubungan Presiden dan Wakil Presiden baik-baik saja. Mereka kan satu paket dalam Pilpres 2024, saling melengkapi dalam satu kepentingan politik yang sama," kata Adi melalui kanal YouTube Adiprayitno official miliknya, Rabu (22/7).
BACA JUGA: Ketum ReJO for Prabowo-Gibran: Supremasi Hukum Jelas, Istana Tak Perlu Klarifikasi Kasus Febri
Adi mengatakan berbagai kontroversi dan tafsir yang berkembang tidak semestinya mengganggu soliditas hubungan Presiden dan Wakil Presiden.
"Semoga di panggung depan yang saat ini terjadi kontroversi panjang dan menimbulkan berbagai tafsir, tetapi pada saat kebersamaan di panggung belakangnya tetap kondusif," ujarnya.
BACA JUGA: Hadir di HUT ke-46 Dekranas, Selvi Gibran Ajak Pengurus Fokus Pembinaan Kualitas Perajin
Menurut Adi, hubungan yang kondusif antara Presiden dan Wakil Presiden menjadi modal penting bagi stabilitas politik nasional.
Dia menilai kerja sama yang solid di tingkat kepemimpinan diperlukan agar pemerintah mampu menyelesaikan berbagai persoalan strategis yang dihadapi bangsa.
"Karena apa pun judulnya, kondusivitas, persatuan politik, dan kerja sama adalah modal sosial bagaimana bangsa ini bisa menjadi bangsa yang besar, saling bekerja sama, dan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan krusial yang dihadapi," ujar dia. (kkp/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Berkunjung ke RSUD Siti Fatimah, Gibran Tinggalkan Pesan Sederhana
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Kenny Kurnia Putra





Komentar (0)