JAKARTA, KOMPAS.com - Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) terus dibangun di sudut-sudut Kota Jakarta.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakata tak hanya membangun RPTRA di pusat kota saja, melainkan di wilayah perbatasan seperti Rorotan, Jakarta Utara.
Taman Rorotan Cilincing (Roci) di Rorotan menjadi ruang terbuka hijau ramah anak yang baru saja diresmikan tahun 2026 ini oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung sebagai wujud pemerataan pembangunan.
Namun, di tengah menjamurnya RPTRA di setiap sudut Kota Jakarta, sebagian anak justru masih bermain di selokan dan jalanan yang ramai kendaraan.
Baca juga: Cukup Gua yang Putus Sekolah, Tekad Aceng Gimbal Selamatkan Masa Depan Anak Pesisir Jakut
Fenomena tersebut salah satunya ditemukan di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara.
Di tengah deru kendaraan berat yang berlalu lalang, sekitar enam orang anak laki-laki terlihat asyik berenang di selokan pinggir jalan.
Selokan dengan lebar sekitar satu meter itu seolah berubah menjadi kolam renang dadakan untuk anak-anak yang tinggal di Kebon Pisang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang berada persis di seberang Jalan RE Martadinata.
Mereka melompat dari trotoar yang sudah rusak ke selokan tersebut, bahkan sesekali menyelam ke dasar, meski airnya sangat keruh.
Anak-anak tersebut juga memanfaatkan pipa pembuangan air berukuran besar yang terpasang di atas selokan sebagai tempat melompat.
Tawa mereka yang sedang asyik berenang seolah memecah sibuknya kondisi Jalan RE Martadinata yang hampir setiap detik dilalui kontainer.
Berubah jadi ruang bermainSalah satu anak bernama Sidik (10), mengaku sudah lama menjadikan selokan di lokasi tersebut sebagai ruang bermain.
"Udah lama. Sering di sini berenang kalau airnya banjir, karena seru," ucap dia ketika ditemui di lokasi, Rabu (22/7/2026).
Meski sangat keruh, anak-anak tersebut menilai air selokan itu tidaklah kotor.
Di sisi lain, selokan itu juga dinilai tidak dalam, karena di bawahnya sudah terdapat banyak lumpur mengendap.
Baca juga: 75 Anak di Surabaya Dapatkan Kepastian Hukum Perwalian Serentak, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin
Kondisi selokan yang tidak dalam ini lah, membuat anak-anak sama sekali tak takut untuk berenang di sana.
Sidiq juga mengaku, badannya tak pernah gatal setiap kali berenang di selokan tersebut.
Padahal, apabila ketahuan orangtuanya, ia pasti akan kena marah habis-habisan, karena sudah berkali-kali dilarang berenang di selokan.
"Kalau ketahuan mamah sebenarnya diomelin makanya kalau berenang bajunya basah dikeringin dulu baru pulang," sambung Sidik.
Anak lain, Hilal (11), juga mengaku sering berenang di selokan tersebut setiap kali airnya banjir.






Komentar (0)