Teheran Mengamuk: Semua Negara Timur Tengah Tak Akan Bisa Jualan Minyak Selama Perang Iran-Amerika

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat (AS) kini merambah ke sektor energi global. Iran melontarkan ancaman keras bahwa tidak akan ada satu pun negara di kawasannya yang bisa menjual minyak apabila mereka sendiri tidak dapat mengekspor komoditas tersebut selama konflik dengan Amerika Serikat.

Ketua Parlemen dan Negosiator Utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam apabila keamanan nasionalnya terus terancam. Menurutnya, seluruh infrastruktur strategis di kawasan juga tidak akan aman jika keamanan negaranya tidak dijamin.

Baca Juga: Mahfud MD: Tamparan Hotman Paris ke Prabowo Bukanlah Pelanggaran Hukum, Kecuali Presiden Merasa...

Ia juga menegaskan bahwa persamaan perang ini sangat jelas, yakni semua atau tidak sama sekali. Ia juga menyatakan tidak akan ada pihak yang dapat menjual minyak di kawasan apabila negaranya sendiri tidak bisa melakukannya. 

"The equation of this war is clear: either all or none. No one will be able to sell oil in a region where Iran is not able to do so. If Tehran’s security is not ensured, no infrastructure will be safe," tulis Qalibaf melalui akun media sosialnya di X, dikutip Kamis (23/7/2026).

Qalibaf juga kembali menyoroti keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Ia berpendapat keamanan kawasan tersebut hanya dapat terwujud hanya dengan perginya pasukan dari Washington.

Pernyataan Iran sendiri muncul tidak lama setelah ultimatum dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya akan melindungi setiap kapal yang melintasi perairan dari Selat Hormuz.

Trump memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap kapal dagang yang melewati kawasan tersebut akan dibalas dengan serangan langsung terhadap infrastruktur penting milik Iran.

Trump menyatakan sasaran balasannya tidak hanya terbatas pada fasilitas militer, tetapi juga dapat menyasar jembatan maupun pembangkit listrik, termasuk yang berada di sekitar atau di dalam ibu kota Teheran.

"From this point forward, any time they shoot at a ship, whether it be by missile, rocket, drone or any other device or weapon, we will bomb and destroy one bridge or power plant, including those located next to, or in, the Capital City of Tehran," tutur Donald Trump.

Baca Juga: UGM Ingatkan Prabowo: Kalangan Profesor Tak Akan Gentar Bayar Rp5 Juta Demi Tinggalkan Indonesia

Ultimatum tersebut juga disampaikan setelah ia  melanjutkan operasi militernya terhadap target-target negara terkait selama 11 malam berturut-turut, yang semakin memperburuk hubungan dari Amerika Serikat dan Iran.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sekjen PBB prihatin atas serangan terhadap infrastruktur PLTN Iran
• 10 jam lalu
0
thumb
IEA Sebut Risiko Keamanan Energi Meningkat akibat Ketegangan di Timur Tengah
• 15 jam lalu
0
thumb
KAI Logistik Angkut 8,7 Juta Ton Barang Sepanjang Semester I-2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Andoni Iraola Pastikan Masa Depan Alexis Mac Allister dan Alisson Becker di Liverpool usai Piala Dunia 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
7 Makanan Penambah Energi agar Tubuh Tetap Bertenaga Sepanjang Hari
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.