Jakarta: KAI Logistik mencatatkan angkutan barang mencapai sekitar 8,7 juta ton sepanjang semester I-2026. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan.
Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan, capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada sejumlah segmen bisnis strategis, di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi logistik nasional. Sepanjang semester I-2026, batu bara masih menjadi komoditas utama dengan kontribusi 63 persen atau 5,4 juta ton.
"Di sisi lain, kami juga mencatatkan pertumbuhan yang positif pada berbagai layanan unggulan, khususnya angkutan kontainer dan layanan ritel, yang menunjukkan semakin luasnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik berbasis kereta api," ujar Yuskal dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 Juli 2026.
Selain batu bara, angkutan kontainer mencatatkan pertumbuhan sebesar 27 persen dari semester I-2025 menjadi sekitar 1,5 juta ton. Layanan ritel tumbuh 29 persen mencapai sekitar 38 ribu ton, pengelolaan angkutan BBM/BBK sekitar 1,5 juta ton, diikuti angkutan semen 191 ribu ton, serta angkutan limbah B3 empat ribu ton.
KAI Logistik menorehkan capaian performa terbaik pada penghujung semester I 2026. Pada Juni, perusahaan berhasil mengelola volume angkutan hingga 1,9 juta ton, atau berkontribusi sekitar 22 persen terhadap total volume semester I 2026, mencerminkan peningkatan kepercayaan pelanggan terhadap layanan KAI Logistik.
"Di saat yang sama, hasil tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam merespons dinamika industri melalui strategi bisnis yang adaptif serta penguatan kualitas layanan secara berkelanjutan," tambah Yuskal.
Baca Juga :
Mau Ubah Jadwal? Begini Cara Reschedule Tiket Kereta Api(Ilustrasi. Foto: Dok KAI Logistik) Peningkatan seluruh lini bisnis Tren pertumbuhan tersebut juga terlihat dibandingkan secara kuartal. Pada kuartal II 2026, KAI Logistik berhasil mengelola volume angkutan sebesar 5,1 juta ton, meningkat 1,5 juta ton dibandingkan kuartal I 2026 yang berada di sekitar 3,6 juta ton. Peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada hampir seluruh lini bisnis.
Angkutan batu bara mencatatkan kenaikan tertinggi pada kuartal II dibandingkan kuartal I, yaitu hingga 1,3 juta ton, diikuti angkutan semen yang meningkat 46 ribu ton, angkutan kontainer meningkat 129 ribu ton, angkutan ritel yang meningkat 907 ton, serta pengelolaan limbah B3 yang meningkat 486 ton.
Salah satu faktor yang membedakan kinerja kuartal II juga semakin variatifnya jenis komoditas yang dilayani. Melalui layanan KALOG Pro, KAI Logistik mulai memperluas layanan Business to Business (B2B) dengan menghadirkan angkutan Crude Palm Oil (CPO) di wilayah Sumatera Utara, yang telah berkontribusi sekitar 28 ribu ton.
"Ke depan, perusahaan menargetkan layanan angkutan CPO mampu mencapai volume hingga 200 ribu ton per tahun sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran distribusi komoditas strategis nasional sekaligus memperluas pangsa pasar logistik berbasis kereta api," ungkap dia. Strategi menjaga pertumbuhan Untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2026, KAI Logistik menyiapkan berbagai strategi yang fokus pada penguatan aspek operasional, komersial, dan pengembangan infrastruktur. Perusahaan mengoptimalkan diversifikasi komoditas yang dikelola melalui layanan angkutan multikomoditas, sekaligus meningkatkan kapasitas angkut.
Menurut Yuskal, keunggulan kereta api tidak hanya terletak pada kapasitas angkutnya, tetapi juga aspek keselamatan, ketepatan waktu, serta efisiensi operasional bagi pelanggan. Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat sistem keselamatan, meningkatkan tata kelola operasional, serta inovasi layanan.
"Dengan langkah tersebut, kami optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif sekaligus memperkuat posisi KAI Logistik sebagai penyedia solusi logistik berbasis kereta api yang aman, efisien, dan berdaya saing dalam mendukung pertumbuhan logistik nasional secara berkelanjutan," tutup Yuskal.





Komentar (0)