Posisi Duduk Gibran saat SKP Jadi Refleksi Hubungan Jokowi & Prabowo yang Berjarak

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik dari Nusakom Pratama Institut Ari Junaedi menilai perbedaan posisi duduk Wapres RI Gibran Rakabuming Raka dengan Presiden RI Prabowo Subianto bukan urusan teknis semata, apalagi dianggap biasa saja.

Hal demikian dikatakan dia menyikapi fenomena posisi duduk Gibran yang tidak sejajar dengan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP), Senin (20/7).

BACA JUGA: Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Jadi Sorotan, Pengamat: Semoga Hubungan dengan Prabowo Tetap Harmonis

Menurut dia, perbedaan posisi duduk Gibran dengan Prabowo bisa dianggap peran Presiden RI saat ini begitu kuat dalam pemerintahan.

"Bisa jadi memang peran Presiden begitu sentral dewasa ini, sehingga ada dan tidak ada posisi Wapres, semua persoalan negara tetap bisa berjalan," kata Ari melalui layanan pesan, Rabu (22/7).

BACA JUGA: Berkunjung ke RSUD Siti Fatimah, Gibran Tinggalkan Pesan Sederhana

Adapun, Gibran dalam SKP duduk di jajaran meja dan kursi bersama menko dan menteri lain atau tak sejajar dengan Prabowo.

Ari melihat fenomena itu dengan dugaan terjadi sesuatu antara Prabowo dan Gibran, sehingga terjadi ketidakharmonisan relasi di antara kedua figur.

BACA JUGA: Hadir di HUT ke-46 Dekranas, Selvi Gibran Ajak Pengurus Fokus Pembinaan Kualitas Perajin

Termasuk, kata Ari, fenomena perbedaan duduk menandakan hubungan Prabowo dengan ayah Gibran yang juga Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) yang mulai menjauh.

"Kondisi ini juga merefleksikan relasi ayahanda Gibran, yakni Jokowi dengan Prabowo yang mulai berjarak. Prabowo ingin membangun permisi terhadap persepsi publik bahwa dirinya bukan bayang-bayang Jokowi," ujarnya.

Toh, lanjut dia, dugaan terjadi sesuatu makin kuat setelah melihat gesture Gibran saat rapat yang dibaca publik tak nyaman.

"Merasa tidak dianggap dan dihargai perannya di mata presiden," ujar satu di antara pendiri Universitas Pertamina itu.

Oleh karena itu, kata dia, keabsahan terjadi sesuatu antara Prabowo dan Jokowi beserta Gibran bisa dilihat dari posisi duduk rapat ke depan.

"Benar dan tidaknya adanya ketidakharmonisan relasi Prabowo dengan Gibran ialah dengan menunggu momen rapat kabinet yang akan datang apakah posisi duduk RI Satu dan RI Dua akan disandingkan lagi atau tidak," katanya.

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran tidak duduk berdampingan pada saat SKP, Senin (20/7) kemarin.

Perubahan tata letak ruang sidang tersebut sempat memicu perhatian publik setelah Wapres Gibran terlihat duduk terpisah di sisi kanan depan, sejajar dengan barisan menteri.

Prasetyo Hadi menegaskan pemisahan posisi kursi ini sama sekali tidak merepresentasikan masalah relasi politik di level kepemimpinan nasional.

Menurut dia, tidak ada hal lain yang perlu dikhawatirkan terkait pengaturan posisi tempat duduk tersebut, termasuk anggapan mengenai hubungan Presiden dan Wakil Presiden ataupun soal kesetaraan posisi keduanya.

"Sebab, beliau (Presiden Prabowo, red) ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kalau saudara-saudara perhatikan, banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data. Karena itu, kemarin beliau menggunakan alat bantu berupa teleprompter. Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan mengenai lay out," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa. (ast/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rahman Golkar Ungkit Sikap Deddy Sitorus saat Jokowi Masih Presiden


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jangan Istirahat di Bahu Jalan Tol, Beresiko Kecelakaan dan Sanksinya
• 16 jam lalu
0
thumb
Wamensos Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sarpras Sekolah Rakyat
• 7 jam lalu
0
thumb
Lokasi PFII Belum Ditetapkan, Purbaya Pastikan tak Berada dalam KEK
• 16 jam lalu
0
thumb
"Final Fantasy XIV Mobile" Setop Layanan di Server China dan Batal Rilis Global
• 10 jam lalu
0
thumb
Pompa Udara Yasunaga Solusi Kualitas Air IPAL Program MBG & Sekolah Rakyat
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.