Gorontalo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengimbau masyarakat mewaspadai dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo, mengatakan imbauan tersebut dikeluarkan menyusul prediksi musim kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
Cuaca ekstrem ini secara signifikan meningkatkan risiko karhutla. Karena itu kami mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan melakukan langkah pencegahan sebelum bencana terjadi, kata Achril, di Bone Bolango, Rabu, 22 Juli 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Achril mengatakan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat serta aktivitas sosial dan ekonomi. Melalui edaran yang disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial, BPBD Bone Bolango mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif melakukan pencegahan guna menjaga kelestarian lingkungan dan meminimalkan risiko bencana.
Selebaran berisi imbauan waspada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diterbitkan BPBD Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Rabu (22/7/2026). (ANTARA/ho-BPBD)
Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, BPBD Bone Bolango juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih, menjaga kelestarian hutan dan lahan, memantau informasi cuaca serta peringatan dini secara berkala, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap.
Masyarakat yang melihat indikasi kebakaran hutan atau lahan dapat segera menghubungi layanan BPBD Bone Bolango di nomor 0812-4484-1834. Kami mengimbau masyarakat menerapkan prinsip cepat lapor dan cepat tanggap agar keselamatan jiwa, lingkungan, dan aset dapat terlindungi, ujarnya.





Komentar (0)