Ragam Cara Calon-Calon Desainer Muda dari Yogyakarta Terapkan Nilai Budaya dalam Busana

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Karya tugas akhir mahasiswa Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS) AKK Yogyakarta ditampilkan di Atrium Ambarrukmo Plaza, Senin (20/7/2026).  (Sumber: KompasTV)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menerapkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) di seluruh sekolah pada tahun ajaran 2026/2027. PKJ merupakan pendidikan berbasis nilai-nilai budaya Yogyakarta yang berfokus pada pembentukan karakter peserta didik.

Perumusan PKJ merupakan tindak lanjut pidato Gubernur DIY tentang pendidikan khas kebudayaan. Di tengah upaya menanamkan nilai budaya kepada generasi muda, implementasi tersebut mulai terlihat dalam berbagai karya kreatif, salah satunya melalui pergelaran Fashion "Journey of Sumbu Filosofi Yogyakarta."

Sumbu Filosofi Yogyakarta tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya dan tata ruang kota, tetapi juga diterjemahkan menjadi karya busana yang mengangkat perjalanan hidup manusia berdasarkan filosofi yang membentang dari Pantai Selatan hingga Gunung Merapi.

Sebanyak 68 karya tugas akhir mahasiswa Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS) AKK Yogyakarta ditampilkan di Atrium Ambarrukmo Plaza, Senin (20/7/2026). 

Baca Juga: Yogyakarta Belum Punya Sirkuit, Veda Ega: Maksimalkan yang Ada

Direktur AKK Yogyakarta, Prihatin Saraswati, mengatakan tema tahun ini dipilih karena meski Yogyakarta semakin dikenal sebagai kota fesyen, masih sedikit karya busana yang menjadikan identitas budaya daerah sebagai inspirasi utama.

"Sekarang Yogyakarta identik dengan dunia fesyen karena banyak event fesyen digelar di sini, tetapi masih jarang karya yang benar-benar mengangkat Yogyakarta itu sendiri," katanya.

Menurut Prihatin, berbeda dengan tema tahun sebelumnya yang masih bersifat universal, kali ini mahasiswa diminta menerjemahkan nilai-nilai Sumbu Filosofi Yogyakarta ke dalam setiap rancangan busana.

"Setiap titik memiliki makna filosofis yang kemudian diterjemahkan menjadi karakter busana," ujarnya.

Dosen Program Studi Desain Busana AKK Yogyakarta, Hari Agung Wicaksono, menjelaskan mahasiswa tidak hanya merancang busana, tetapi juga bereksperimen dengan material, teknik pembuatan kain, hingga penciptaan motif dengan mempertimbangkan aspek sejarah, filosofi, dan nilai komersial agar menghasilkan karya yang berkarakter. Perjalanan filosofis tersebut diterjemahkan ke dalam lima bagian utama Sumbu Filosofi Yogyakarta. 

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Tradisi Yogyakarta
  • Desainer Yogyakarta
  • Yogyakarta
  • sumbu filosofi yogyakarta
  • fashion berkelanjutan
  • akk yogyakarta
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
OJK Ungkap Aset Dana Syariah Indonesia yang Diduga Dibeli Pakai Uang Lender
• 11 jam lalu
0
thumb
Sony Music Gugat Udio soal Hak Cipta Lebih dari 30.000 Lagu
• 19 jam lalu
0
thumb
Sudaryano Soal Wacana Pembentukan Dewas BGN: Tentu Saja Lebih Baik
• 1 jam lalu
0
thumb
Penyertaan Modal Rp9,85 Miliar untuk BTT Dipertanyakan DPRD Kota Probolinggo, Target Dividen Dinilai Terlalu Muluk
• 16 jam lalu
0
thumb
Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.