Sony Music Gugat Udio soal Hak Cipta Lebih dari 30.000 Lagu

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Sony Music Entertainment kembali mengambil langkah hukum terhadap platform pembuat musik berbasis kecerdasan buatan (AI) Udio. Kali ini, perusahaan musik tersebut menuduh Udio telah melanggar hak cipta lebih dari 30.000 lagu miliknya yang diduga digunakan untuk melatih model AI tanpa izin.

Dilansir Music Business Worldwide, gugatan baru itu diajukan di pengadilan federal New York pada Senin (21/7) waktu setempat. Sony menyatakan daftar lagu tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari katalog yang diduga telah disalin dan digunakan oleh Udio.

Sejumlah lagu yang disebut dalam gugatan berasal dari berbagai era, mulai dari "Hound Dog" yang dipopulerkan Elvis Presley, "Say My Name" dari Destiny's Child, hingga "As It Was" milik Harry Styles.

Gugatan Berawal Sejak 2024

Kasus hukum antara Sony dan Udio sebenarnya telah bergulir sejak 2024. Saat itu, Sony Music Entertainment bersama Universal Music Group (UMG) dan Warner Records menggugat Udio serta perusahaan AI musik lainnya, Suno, atas dugaan pelanggaran hak cipta.

Dalam proses hukum tersebut, Sony memperoleh akses terhadap data pelatihan Udio melalui mekanisme discovery. Berdasarkan analisis menggunakan teknik audio fingerprinting, Sony mengaku menemukan ribuan lagu tambahan yang diduga digunakan untuk melatih model AI Udio.

Sony kemudian mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk menambahkan lebih dari 30.000 lagu ke dalam gugatan awal. Namun, hakim menolak permintaan tersebut sehingga perkara pertama tetap hanya mencakup 333 karya yang menjadi objek sengketa.

Gugatan Baru Fokus pada 30.000 Lagu

Karena permohonan sebelumnya ditolak, Sony kini mengajukan gugatan terpisah yang secara khusus berfokus pada lebih dari 30.000 lagu tersebut. Dalam dokumen gugatan, Sony menuding Udio telah menyalin dan memasukkan lagu-lagu tersebut ke dalam model AI generatifnya tanpa memperoleh lisensi dari pemegang hak cipta.

Sony juga mengutip pernyataan Udio yang disebut mengakui bahwa model AI mereka dibangun dengan mempelajari "sejumlah besar rekaman suara dari berbagai jenis," termasuk materi yang diperoleh dari platform seperti YouTube.

Melalui gugatan terbaru ini, Sony meminta pengadilan mengeluarkan perintah agar Udio menghentikan penggunaan karya-karya yang dilindungi hak cipta tanpa izin.

Selain itu, Sony juga menuntut ganti rugi hingga 150.000 dolar AS untuk setiap karya yang terbukti dilanggar, sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum hak cipta Amerika Serikat. Jika seluruh klaim dikabulkan, nilai tuntutan berpotensi mencapai miliaran dolar AS, meski besaran akhir akan bergantung pada putusan pengadilan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
LRT Jabodebek Berhenti Mendadak Sebelum Stasiun Cawang
• 8 jam lalu
0
thumb
BREAKING! Trump Murka Usai Prajurit AS Gugur, Iran Dihujani Serangan Terbesar Sejak Perang Dimulai
• 23 jam lalu
0
thumb
Penampakan Bupati Lombok Barat Pakai Rompi Oranye dan Diborgol
• 20 jam lalu
0
thumb
Foto: Dua Jenazah Korban KM Nurul Salsa Berhasil Dievakuasi
• 4 jam lalu
0
thumb
Dua Siswa SD Hafidz Al Qurbah Parepare Wakili Indonesia di ALOHA International Competition 2026 di Panama, Tasming Hamid Bangga
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.