Pramono: Orang yang Tinggalkan Partainya Tak Pernah Jadi Besar, di PDI-P Ada

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta sekaligus politikus PDI-P Pramono Anung mengatakan ketika seseorang meninggalkan partainya, maka orang itu tidak akan pernah menjadi besar.

"Prestasi PKB dan juga kepemimpinan Bapak Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sudah sangat teruji. Tadi saya bisik-bisik sama beliau, 'Cak, hafal enggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, enggak pernah ada yang menjadi besar'," ujar Pramono.

Hal tersebut Pramono utarakan saat menghadiri pelantikan Ketua DPC PKB se-Indonesia di Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam.

Baca juga: Cak Imin Lantik Ketua DPC PKB Se-Indonesia di Kota Tua Malam Ini

Dia tidak menyebut nama soal siapa orang yang dia maksud meninggalkan partai politiknya dan kemudian gagal menjadi besar.

"Di PDI-Perjuangan ada, di PKB juga ada. Dan inilah yang kemudian makin membuat kokoh," sambungnya.

Baca juga: Cerita Pramono Anung soal Megawati Jadi Wapres 1999: PKB yang Mencalonkan

Acara yang dihadiri Pramono ini merupakan hajatan PKB. Partai yang dipimpin Cak Imin ini melantik Ketua Dewan Pengurus Cabang seluruh Indonesia.

Pelantikan serentak ini dilakukan dalam rangkaian perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB.

Alun-alun Taman Fatahillah di Kota Tua ini dipilih menjadi lokasi karena merupakan tempat bersejarah, yakni peristiwa penyerangan Sultan Agung dari Kerajaan Mataram terhadap VOC di kota yang dulunya bernama Batavia ini.

 

Cerita soal kepemimpinan di Jakarta

Kemudian, Pramono menyampaikan beberapa hal lain, seperti pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,59 persen.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Lalu, kata dia, inflasi Jakarta di pulau Jawa juga menjadi yang paling rendah.

"Dan Jakarta sebenarnya dengan PKB wajahnya tidak berbeda. Dulu ketika saya pertama kali mengadakan Christmas Carol Kolosal di Bundaran HI, semua orang kaget, 'Pak Gub, bisa enggak?' Saya bilang harus bisa. Ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang untuk semua agama boleh tampil di Bundaran HI," jelas Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Desain Baru Galaxy Z Fold 8 Ukuran Paspor: Bodinya Bogel, Enak Dipegang 1 Tangan
• 7 jam lalu
0
thumb
Polri Pastikan Penangkapan WN Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad Sesuai Prosedur
• 9 jam lalu
0
thumb
Hasil SEA V Cup 2026: Balas Kekalahan di Final Putaran Pertama, Indonesia Sukses Hajar Kamboja Tiga Set Langsung
• 7 jam lalu
0
thumb
Bantai Tiga Warga Sipil di Yahukimo, Anggota OPM Kopitua Heluka Diburu Koops Habema
• 5 jam lalu
0
thumb
Komnas Anak Bandingkan Ruben Onsu-Sarwendah dengan Gisel-Gading: Kalau Sayang Anak, Buang Ego!
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.