KINSHASA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan Kongo melaporkan jumlah korban tewas akibat wabah ebola di negara tersebut mencapai 999 orang per Rabu (22/7/2026). Wabah ebola di Kongo dideklarasikan sejak 15 Mei 2026 lalu dan belum terkendali.
Menurut data Kementerian Kesehatan Kongo, total terdapat 2.473 kasus yang dikonfirmasi positif ebola. Jumlah pasien yang dirawat di tempat isolasi dan rumah sakit mencapai 737 orang.
Wabah ebola di Kongo saat ini tercatat sebagai wabah ebola dengan penyebaran tercepat epanjang sejarah. Wabah kali ini juga menunjukkan tingkat kematian lebih cepat dibanding wabah ebola sebelumnya.
Baca Juga: Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 930 Orang, Nakes Turut Jadi Korban
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun memperingatkan jumlah kasus yang terdokumentasi lebih rendah dibanding angka sebenarnya. WHO memperkirakan wabah jumlah kasus setidaknya 2-4 kali lipat dibanding kasus yang didokumentasikan.
Wabah saat ini disebabkan virus Bundibugyo yang cukup langka dibanding varian ebola lain. Belum ada vaksin atau pengobatan untuk jenis virus tersebut.
Sejumlah pihak pun memperingatakan 80 persen kasus ebola baru ditularkan melalui rantai transmisi yang belum diketahui. Hal ini menandakan penyebaran virus lebih cepat dibanding kapasitas pelacakan oleh pihak berwenang.
Kepala perlindungan sipil di Provinsi Ituri, salah satu wilayah terdamapk wabah, Robert Ndjalonga, menyebut penanganan wabah juga terhambat penolakan dari sebagian masyarakat.
Ndjalonga menyebut sebagian masyarakat menuntut pasien ebola dimakamkan secara tradisional. Warga yang menolak pemakaman terisolasi disebutnya meningkatkan risiko penularan.
"Tantangan terbesar tetaplah pembangkangan atau penolakan mutlak sejumlah masyarakat terhadap tim respons," kata Ndjalonga dikutip dari Associated Press.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- wabah ebola kongo
- ebola
- wabah ebola
- penyebaran ebola kongo
- korban tewas wabah ebola






Komentar (0)