RI Punya Peluang Jadi Pusat Produksi Hidrogen di Asia

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi, perdagangan, dan pengembangan hidrogen di kawasan Asia seiring meningkatnya produksi hidrogen rendah karbon, pembangunan infrastruktur, serta bertambahnya permintaan.

Dengan semakin berkembangnya produksi hidrogen rendah karbon, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya permintaan domestik maupun ekspor, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi, perdagangan dan pengembangan hidrogen di kawasan Asia, ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM Prahoro Nurtjahyo di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menyampaikan, dunia saat ini tengah memasuki fase baru dalam transisi energi. Perubahan tersebut tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan pembangkit energi terbarukan, tetapi juga demi menghadirkan energi bersih bagi sektor-sektor yang sulit melakukan dekarbonisasi, seperti industri berat, pelayaran, logistik, dan transportasi.

Menurut Prahoro, hidrogen menjadi salah satu solusi penting karena mampu menghubungkan sektor energi, industri, dan transportasi dalam satu ekosistem rendah karbon.

Bagi Indonesia, kata dia, pengembangan hidrogen tidak hanya menjadi bagian dari upaya mencapai target net zero emission, tetapi juga mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk kemandirian energi, penguatan hilirisasi industri, serta peningkatan daya saing ekonomi.

Pengembangan hidrogen bukan hanya mendukung percepatan net zero emission 2060, tetapi juga sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi, memperkuat hilirisasi industri, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional, jelasnya.

Baca Juga :

Kementerian ESDM Kawal 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun
(Ilustrasi. Foto: Dok PLN)
Roadmap Hidrogen dan Amonia Nasional Prahoro menuturkan, pemerintah telah menetapkan arah pengembangan hidrogen melalui Roadmap Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN), serta Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Kebijakan tersebut menempatkan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari energi baru yang berperan dalam mendukung proses dekarbonisasi sektor industri, ketenagalistrikan, dan transportasi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan industri hidrogen tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi hidrogen, melainkan juga pada pembangunan ekosistem yang terintegrasi.

Keberhasilan industri hidrogen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi hidrogen, melainkan oleh kemampuan membangun ekosistem yang menghubungkan produksi, penyimpanan, distribusi, dan pemanfaatan hidrogen secara terintegrasi, ujar Prahoro.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Menyematkan Tanda Pangkat kepada Empat Peraih Adhi Makayasa 2026
• 20 jam lalu
0
thumb
Manfaat Jalan Kaki 10 Menit Setiap Pagi Menurut Dokter Gizi
• 8 jam lalu
0
thumb
Viral Dugaan Begal di Rasuna Said: Orang yang Diamankan Dibawa ke Polres Jaksel
• 19 jam lalu
0
thumb
Airlangga Harap Aturan Bebas Bea Masuk Bahan Baku Plastik Diteken Pekan Ini
• 18 jam lalu
0
thumb
Jadwal Final Piala AFF Putri 2026: Indonesia Vs Laos
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.