JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono telah menyiapkan mentalnya untuk menerima kritikan dari masyarakat terkait persoalan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini disampaikan Sudaryono setelah dirinya didapuk menggantikan posisi Nanik S Deyang untuk memimpin lembaga yang menyalurkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Saya tentu saja mendengarkan inputan masukan dari semua stakeholder. Dari mulai internal kita, dari mulai mitra, dari mulai siapapun itu, untuk supaya tata kelola ini bisa terlaksana dengan baik," ujar Sudaryono, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Namun, jika yang dilontarkan terkait penghentian atau pembubaran program MBG, Sudaryono menilai, itu bukanlah sebuah kritikan.
Baca juga: Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Harta Kekayaan Rp 31,3 Miliar
"Kalau misalnya ada yang atas nama kritik, kemudian kritiknya sama dengan, misalnya hentikan atau bubarkan MBG, saya kira itu bukan kritik, bukan ranah kami untuk hentikan atau membubarkan BGN, makan bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo," kata dia.
Sudaryono menyebut, program MBG telah direncanakan jauh-jauh hari oleh Prabowo yang disampaikan dalam kampanye Pilpres 2024.
"Direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan di momen kampanye, dan kemudian beliau terpilih jadi Presiden, sehingga yang kita lakukan fokusnya adalah perbaikan tata kelola," ucap dia.
Pada hari perdananya sebagai Kepala BGN, Sudaryono mengaku telah menyampaikan kepada bawahannya untuk menyadari banyak persoalan yang perlu diselesaikan.
"Saya sampaikan kepada tim bahwa kita mengetahui dan kita tahu, kita menyadari ada persoalan dan kita harus, we have to run into the problem, kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh kita lari dari masalah," ujar dia.
Baca juga: Usai Dilantik Prabowo, Sudaryono Langsung Rapat di Kantor BGN
BGN, kata Sudaryono, bertugas menyediakan gizi yang baik dan aman bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Untuk memberikan efek positif terhadap rekoremen khususnya berada di desa-desa. Ini adalah program dari rakyat dan akan diberikan kepada mereka," ujar dia.
"Sekali lagi, kami mendengarkan, i'm listening, we are listening," pungkas dia.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono menjadi kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menuturkan, Sudaryono dipilih karena sejak awal mengikuti program Makan Bergizi Gratis sejak masih dalam konsep hingga dilahirkan.
Baca juga: Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Dia dan Keluarganya Tak Punya SPPG
Sudaryono juga sejak awal juga dinilai mengikuti, berdiskusi, menggagas dan mengonsep pelaksanaan teknis MBG sebagai Wamentan.
"Badan Gizi Nasional yang kegiatannya memberikan Makan Bergizi Gratis itu tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kementerian Pertanian karena bagaimanapun juga, sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan Makan Bergizi Gratis itu di-support dan ditopang dalam ekosistem oleh Kementerian Pertanian," kata Prasetyo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)