Dua jenazah yang diduga kuat merupakan korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa akhirnya tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.
Setibanya di daratan, kedua jasad tersebut langsung diserahterimakan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) untuk menjalani proses identifikasi menyeluruh.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, memastikan bahwa pemindahan jenazah ke Makassar ini merupakan prosedur utama setelah korban berhasil dievakuasi pada operasi pencarian hari ketujuh.
KN SAR Kamajaya bergerak membawa dua korban tersebut ke Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar untuk selanjutnya kita serahkan ke pihak Polda Sulawesi Selatan, jelas Yudhi dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Rabu 22 Juli 2026.
Baca Juga :
KM Nurul Salsa Overload, Polisi Selidiki Dugaan Manipulasi Data ManifesProses identifikasi oleh tim DVI ini menjadi sangat krusial untuk memastikan identitas pasti para korban, mengingat kondisi jasad yang telah terapung di laut lepas selama berhari-hari sejak kapal tenggelam.
Kedua jenazah ini ditemukan di dua lokasi yang berbeda oleh tim SAR gabungan. Jenazah pertama berhasil dievakuasi pada pagi hari di sekitar perairan Pulau Pamolikang.
Sementara itu, jenazah kedua ditemukan mengapung di perairan sebelah timur Pulau Sanane Besar, Kabupaten Pangkep. Penemuan ini bermula dari laporan aparat desa Pulau Mattalam yang segera ditindaklanjuti.
Kapal Negara (KN) SAR Pacitan langsung bergerak mengevakuasi jasad dari perairan Sanane Besar, sebelum akhirnya memindahkannya ke KN SAR Kamajaya untuk dibawa berlayar menuju Makassar.
Pencarian 16 Korban Diperpanjang
Dengan tibanya dua jasad terbaru di Makassar, total korban meninggal dunia dari tenggelamnya KM Nurul Salsa yang telah ditemukan menjadi tiga orang.
Laksma TNI Yudhi Bramantyo merinci, dari total 78 orang Person on Board (POB) yang terdiri dari penumpang dan awak kapal, sebanyak 59 orang telah dinyatakan selamat dan 16 orang lainnya masih berstatus hilang.
Merespons masih adanya belasan korban yang belum ditemukan, operasi SAR gabungan yang sedianya harus ditutup pada hari ketujuh ini resmi diperpanjang. Tim SAR gabungan akan kembali melakukan penyisiran intensif selama tiga hari ke depan.




Komentar (0)