Ringkasan Berita
- Kediri Urban Job Fair 2026 menyediakan sekitar 4.500 lowongan kerja dari 63 perusahaan, terdiri atas 37 perusahaan luring dan 26 perusahaan daring.
- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyebut job fair menjadi bagian dari strategi menekan angka pengangguran melalui rekrutmen yang transparan dan kompetitif.
- Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Kediri turun dari 3,91 persen menjadi 3,76 persen pada 2025, dengan target turun lagi menjadi 3,65 persen pada 2026.
- Sebanyak 3.384 pencari kerja mengikuti Kediri Urban Job Fair 2026 yang digelar di Graha SMKN 1 Kediri.
Kediri (beritajatim.com) – Kediri Urban Job Fair 2026 kembali menjadi jembatan antara perusahaan dan pencari kerja dengan menyediakan sekitar 4.500 lowongan pekerjaan. Kegiatan yang mengusung tema “Menuju Karir yang Lebih Mapan” itu dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Graha SMKN 1 Kediri, Rabu (22/7/2026).
Sejak pagi, ribuan pencari kerja memadati lokasi kegiatan dengan membawa berkas lamaran untuk mencari peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi dan bidang yang diminati.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, Kediri Urban Job Fair 2026 merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung melalui proses rekrutmen yang transparan dan kompetitif.
“Adanya kegiatan ini menjadi salah satu komitmen kami, Pemerintah Kota Kediri, untuk menekan angka pengangguran di Kota Kediri. Sekaligus sebagai penerapan sistem rekrutmen tenaga kerja yang transparan, kompetitif, dan menyediakan informasi lowongan kerja secara terpusat,” ujarnya.
Menurut Vinanda, penyelenggaraan job fair tidak hanya memudahkan perusahaan memperoleh tenaga kerja yang sesuai kebutuhan, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang selaras dengan kompetensi, minat, dan keterampilan yang dimiliki.
Ia mengungkapkan, upaya Pemerintah Kota Kediri dalam memperluas akses lapangan kerja mulai menunjukkan hasil. Pada 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Kediri berhasil ditekan dari 3,91 persen menjadi 3,76 persen. Capaian tersebut menempatkan Kota Kediri sebagai daerah dengan TPT terendah kedua di Jawa Timur setelah Kota Batu.
Melalui Kediri Urban Job Fair 2026, pemerintah menargetkan TPT kembali turun menjadi 3,65 persen pada 2026, bahkan diupayakan mencapai 3,5 persen.
Mbak Wali juga memberikan motivasi kepada seluruh pencari kerja agar tidak mudah menyerah dalam meraih pekerjaan. Ia mengajak peserta untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, mempersiapkan mental, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia.
“Tidaklah mungkin setiap upaya yang teman-teman lakukan berujung sia-sia. Tetap semangat, terus belajar, dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada,” pesannya.
Dalam Kediri Urban Job Fair 2026, sebanyak 37 perusahaan mengikuti kegiatan secara langsung, sementara 26 perusahaan lainnya berpartisipasi secara daring. Secara keseluruhan tersedia sekitar 4.500 lowongan kerja untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai lulusan SMA/SMK, diploma, hingga sarjana.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 3.384 orang pada hari pelaksanaan. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Kediri juga memberikan piagam penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dan mendukung penyelenggaraan job fair tahun ini.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hery Purnomo, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Kediri Eko Lukmono, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Suriyadi, Ketua Kadin Kota Kediri Novianti Handayani, Kepala SMKN 1 Kota Kediri Edy Suroto, pimpinan perusahaan mitra, serta para peserta Kediri Urban Job Fair 2026. [nm]





Komentar (0)