JAKARTA, KOMPAS — Polisi menyampaikan fakta baru terkait nasib pegolf Jesslyn Wijaya. Dia disebut pergi ke Kuala Lumpur, Malaysia, bersama dua kerabatnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Roby Heri Saputra, Rabu (22/7/2026), mengatakan, dari serangkaian penyelidikan, Jesslyn diketahui meninggalkan Indonesia ke Kuala Lumpur bersama dua kerabatnya.
Dari data manifes yang dimiliki polisi, Jesselyn bertolak dari Semarang menuju Kuala Lumpur pada Selasa (14/7/2026) atau sehari setelah dilaporkan diculik.
Namun, Roby menyebutkan, polisi tidak mau terburu-buru menyimpulkan ujung dari kasus ini. Untuk memastikannya, polisi akan meminta klarifikasi dari orangtua Jesselyn. Hingga kini, belum ada informasi terkait permintaan uang tebusan kepada keluarga.
”Masih ada beberapa motif yang kami pertimbangkan,” ujarnya.
Ditanya tentang pencabutan laporan, Roby menjelaskan, memang ada laporan yang dicabut teman Jesslyn berinisial NA pada Minggu (19/7/2026). NA mencabut laporan karena bukan bagian keluarga dan tidak melihat langsung peristiwa tersebut.
Meski begitu, Roby menegaskan, Polres Metro Jakarta Pusat masih belum menghentikan penyelidikan sampai didapati kepastian terkait keamanan dan keselamatan korban. ”Termasuk untuk memastikan apakah ada unsur pidana dari peristiwa ini,” ucap Roby.
Kepala Satuan Reserse Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Rita Oktavia Shinta menambahkan, polisi terus melakukan langah-langkah untuk memastikan korban dalam keadaan baik-baik saja.
”Yang perlu dipastikan, korban tidak ada kekerasan,” ujar Rita.
Andi Darti, kuasa hukum Evan Gunawan, calon suami Jesslyn, mengatakan terus berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengetahui keberadaan Jesslyn. ”Berdasarkan hasil pelacakan kepolisian, diketahui ada perjalanan dari Semarang menuju Malaysia,” ucapnya.
Andi menjelaskan, Jesslyn diduga menjadi korban penculikan pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat. Pelakunya disebut 4-5 orang.
Andi menyebutkan, berdasarkan keterangan kliennya, Jesslyn datang ke restoran tersebut untuk menghadiri acara ulang tahun neneknya. Menurut sejumlah saksi, sesaat sebelum acara dimulai dan seluruh persiapan selesai, lagu ulang tahun diputar. Pada saat itulah mata korban tiba-tiba ditutup.
Korban kemudian diangkat dan digendong dua pria bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam. Korban sempat berteriak meminta pertolongan dan berusaha keluar dari kendaraan, tetapi kembali dimasukkan ke mobil.
Mobil itu kemudian pergi meninggalkan lokasi. Sejak peristiwa tersebut, lanjut Andi, Jesslyn tidak dapat dihubungi.






Komentar (0)